Pagi harinya Risa bangun dengan keadaan yang sama seperti hari kemarin: dia muntah-muntah tanpa tahu apa sebabnya dan bagaimana cara mengatasinya. Pasalnya jika memang dia benar asam lambung, harusnya gejala itu sudah mulai berkurang sebab Risa mulai teratur makan sehat, mengatur jam tidur yang baik, dan yang terakhir serta krusial adalah dia sudah tak lagi memikirkan banyak hal. Namun, yang menjadi masalah adalah kenapa mual-muntahnya tidak berkurang padahal dia sudah mengurangi kebiasaan buruk-kebiasan buruknya? Oh sungguh, Risa tak tahu dirinya kenapa. “Adek sayang … masih mual banget? Pahit mulutnya, ya?” tanya Ruben. Dia meminati tengkuk Risa yang tubuhnya sekarang sedang terbungkuk di atas wastafel kamar mandi. Risa hanya bisa mengangguk menjawabnya. Dia tak kuasa mengeluarkan ka

