Mata Ruben yang terpejam kontan terbuka ketika dia mendengar namanya dipanggil dan bahunya ditepuk. Matanya masih memerah—tentu akibat dibangunka dari tidur ayamnya—ketika dia menatap seorang suster yang berdiri di sebelahnya. Batinnya bertanya-tanya, apakah proses kuretase yang dilakukan sang istri sudah selesai dilakukan? Ruben tersenyum tipis. “Sus … istri saya udah selesai, ya?” tanya Ruben pada suster itu. Sang suster yang mengenakan pakaian perawat berwarna hijai putih campur abu-abu mengangguk hormat. Senyum di bibirnya tak luntur meski barang sedetik. Ibu jarinya menunjuk sebuah ruangan yang berada tak jauh dari tempat di mana Ruben sekarang duduk. “Ibu Risa udah selesai, Pak, tapi masih dalam pengaruh obat bius. Bapak bisa lihat bu Risa sekitar sepuluh menit lagi, sekarang mas

