"Om sebenarnya nggak tau bagaimana masa kecil Om dulu apakah itu adalah masa kecil yang berjalan selayaknya kehidupan anak kecil lainnya atau enggak, Om hidup layaknya selembar daun kering yang bertiup angin tanpa memiliki tujuan, Tanpa memiliki harapan dan tanpa memiliki keinginan apapun, walaupun Sebenarnya ada suatu keinginan yang jauh terpendam di dalam lubuk hati tapi enggak pernah bisa Om sampaikan, Om ingin hidup seperti anak lainnya yang tidak disebut sebagai anak haram dan anak hina oleh sebagian besar tetangga terutama mereka yang sudah berusia lanjut yang menjadi saksi bagaimana Om terlahir ke dunia ini. layaknya seorang anak kecil yang tidak tau apa-apa, Om enggak tau mengapa diri Om begitu dibenci tapi Om sudah terbiasa dengan semuanya maka Om tidak tau apakah itu sebuah luka

