Sama seperti keajaiban yang datangnya secara tiba-tiba, kemalangan pun demikian. Risa dan juga Ruben, keduanya sama-sama tak menyangka jika si Jabang Bayi yang hadirnya sangat mereka tunggu dan baru menyapa keduanya kurang dari dua minggu itu harus luruh. Adalah Risa orang pertama yang menangisi kepergian sang Buah Hati dengan tangisan pilu. Dia menyesali diri kenapa bisa bertindak hal-hal yang ceroboh sehingga sang Janin luruh tanpa sempat menyapanya di dunia. Di ruangan dokter kandungan yang bernuansa putih dan hijau itu, Risa harus merelakan jabang bayinya pergi begitu saja. Sungguh, sore itu menjadi sore paling buruk dalam sejarah hidupnya. Risa bahkan tak berhenti merenung sejak keluar dari ruangan dokter. Sosok Ruben di sampingnya tak dapat menenangkannya sama sekali, bahkan peremp

