bab 256

1494 Words

Suasana klab malam hari itu sungguh ramai. Lebih damai dari dugaan yang Kiana miliki. Awalnya dia mengira jika klab malam di malam week days seperti ini tak akan seramai ketika weekend, hanya saja pemikiran Kiana itu ternyata salah. Klab malam tetap lah klab malam: yang ramai dikunjungi oleh lautan manusia di tengah malam. Kiana mengeluarkan kaca kecil dari tasnya, kemudian perempuan itu bercermin di sana. Rendi yang ada di sebelahnya terdiam dengan kekehan kecil. Pergi dengan seorang perempuan pasti akan seperti ini, Rendi tidak heran lagi. Dia tak keberatan sih, toh kaca itu milik Kiana sendiri. Dia hanya merasa perempuan di sebelahnya itu lucu dan menggemaskan. “Ngetawain aku, ya?” tanya Kiana. Tatapan matanya memicing ke arah pria itu. Rendi yang mendengar pertanyaaan Kiana kon

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD