Ruben tiba di rumah saat jarum jam di pergelangan tangan kirinya menunjuk ke angka dua belas lebih empat puluh lima menit. Sungguh, dia yang tadinya pergi dari kantor pada pukul dua belas kurang, harus rela bermacet-macetan dan terjebak di jurang itu hingga hampir tiga puluh menit lamanya. Beruntung saat dia sampai rumah, Risa tak memarahinya. Perempuan yang ia persunting tepat setahun lalu itu tampak tak marah, bahkan dia menyambutnya dengan baik. Ah, sungguh … sebenarnya apa sih yang sudah Ruben lakukan di masa lalunya hingga dia bisa mendapatkan Risa seperti ini? jujur saja, terkadang Ruben merasa tak pantas. Bahkan di beberapa keadaan, Ruben merasa lebih baik dia tidak mencintai siapa pun seumur hidupnya daripada ia tak bersama istrinya itu. Ah, sungguh konyol, ya? Jujur waktu memiki

