“Jadi kita mau makan siang apa, Ris?” Nara membuka pintu ruangan Risa dan langsung menghempaskan diri di depan kursi meja kerja sahabatnya itu. Risa yang siang itu sedang memeriksa desain packaging serum terbaru Rinara Skin Solution pun menghentikan kegiatannya. Kepalanya yang semula tertunduk menghadap tablet, kini terangkat ke atas. Pupil matanya langsung menatapi Nara yang kini tengah duduk di depannya. “Apa aja deh, Nar. Aku sih kepikiran pengin makan sashimi di restaurant sushi, tapi lagi hamil. Jadi kayaknya makan yang lain aja deh.” Nara tertawa cekikikan mendengarnya. Duku sewaktu ia hamil putranya pun dia sempat mengidam ingin makan sashimi, tetapi karena dokter kandungannya melarang, jadi Nara tak memakannya dulu hingga waktu lahiran tiba. Jika ditanya apa dulu dia tersiksa, y

