bab 272

1474 Words

“Kok senyum-senyum sih, Mas?” tanya Risa keheranan. Perempuan itu berdiri tak jauh dari kitchen bar yang menghadap langsung ke arah kompor. Ada sebuah kerutan halus di dahinya ketika melihat Ruben tersenyum-senyum di depan sebuah lemari pendingin. Ruben bangkit dari posisi bungkuknya, pria itu menegakkan tubuh dan menolehkan kepala ke arah sang istri. “Mas nemu banyak bahan makanan, Sayang. Adek mau makan malam, ‘kan?” tanya Ruben pada istrinya. Risa mengangguk. Ah, tentu saja dia akan makan malam. Dia, ‘kan, sungguh lapar sekali. Terakhir kali Risa makan adalah saat siang tadi, dan sepanjang itu hingga saat ini Risa belum makan apa-apa lagi. Dia bahkan tidak memakan camilan apa pun karena tak ingat. Sekarang Risa baru terasa lapar, dan sayangnya makanan itu belum tersaji di depan mata.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD