Mobil sedan hitam yang dikendarai oleh Ruben bergerak meninggalkan pelataran parkir villa tempat mereka menginap. Pagi itu, sesuai dengan agenda yang sebelumnya telah direncanakan, bahwa Risa meginginkan wedang skoteng untuk sarapan paginya hari itu. karena merasa kalah debat dengan sang istri, mau tidak mau Ruben menurutinya. Pun dia juga merasa sangat sia-sia rasanya apabila ia tetap mempertahankan argumentasinya pada wanita itu. “Wedang skoteng, tuh, biasanya ada pas malem lho, Dek. Karena, ‘kan, itu minuman hangat, ya. Jadi, biasanya orang-orang nyarinya pas udah gelap, malem, dan cuacanya dingin. Kalau pagi gini, sih, mas enggak yakin ada,” ujar Ruben dengan nada suara pelan. Risa yang saat itu tengah memainkan ponsel seraya bertukar pesan dengan sang mama—yang ingin menitip oleh-

