bab 209

1594 Words

“Ah masa sih, Mas? Kayaknya enggak mungkin hamil, deh, soalnya aku cuma mual-muntah biasa aja. Aku juga enggak ngerasain tanda-tanda kehamilan yang lain,” ujar Risa. Perempuan itu menatap Ruben dengan tatapan penuh sanksi. “d**a aku enggak sakit, badanku juga biasa-biasa aja tuh. Lagian enggak mungkin juga lah hamil, kan kita tuh terakhir ‘ituan’ pas di Jogja, selama pulang dari Jogja ‘kan belum ituan lagi sampai kita akhirnya berantem hebat. Baru ‘ituan’ lagi kemarin-kemarin, kan?” Ruben mengangguk-angguk mendengar penjelasan istrinya. Penjelasan itu memang masuk akal, tetapi di pikiran Ruben, Risa tetaplah hamil. Entah kenapa dia yakin seribu persen jika istrinya itu memang tengah mengandung. “Mas paham, Dek. Mas juga sempet menyangkal pemikiran itu kok, tapi makin ke sini - makin ke s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD