Setelah berhasil menerobos kerumunan wartawan yang berjejer di depan kantor istrinya, Ruben segera memarkirkan sedan hitam miliknya di basement. Dia turun dari sana dan berlari menuju ruangan Risa dengan langkah tergesa. Rasa khawatirnya semakin menjadi-jadi ketika Ruben tak mendapati se-siapa pun di meja resepsionis. Tanpa basa-basi, tungkainya ia bawa untuk memasuki sebuah ruangan yang letaknya tak jauh dari meja resepsionis: ruangan Risa. “Dek Risa?” panggil Ruben. Pupil mata Ruben menatap nyalang ke segala arah. Ruangan itu kosong. Dia tak mendapati istrinya ada di sana. Dengan panik, Ruben mencoba menghubungi nomor ponsel Risa. Awalnya dia tak mendengar nada sambung dari sana, tetapi di panggilan kedua Ruben mendengar nada dering ponsel istrinya dari arah kamar mandi yang ada di

