Chapter Twelve: Her Sparkling Smile Bahkan angin pun membawa keindahan dalam senyumnya yang menawan NATHAN Berdiri dibalik pintu kamarnya, aku terdiam untuk sesaat. Menyesali sikapku yang cukup bodoh. Mengapa aku bisa tertarik untuk menciumnya? Jika aku melakukannya, hubungan persahabatan yang mulai membaik ini akan jatuh kedasar jurang dan hancur. Marienne memang cantik, begitu cantik sampai aku hampir kehilangan akal sehatku. Untung saja aku punya pertahanan yang kuat. Aku tidak bisa mempertaruhkan hubungan ini hanya untuk satu momen sialan yang mungkin akan merusak kami untuk bertahun-tahun kemudian. Aku menghela nafas lega, kemudian berjalan kembali kerumahku. Sebelumnya kumatikan televisi yang tadi kutonton dan berjalan pulang. Saat kembali, tele

