Berpisah itu mudah

1035 Words

Viona masuk ke dalam kamarnya dengan wajah murung, setiap bertemu dengan Galih gadis itu pasti kehilangan kendali. Tidak ingin menyakiti Galih terlalu dalam, tapi justru Galih yang selalu membangun harapan untuknya. Sampai saat ini, Galih masih berusaha keras untuk berjuang. Viona merebahkan tubuhnya di atas ranjang, menatap langit langit kamarnya. Semakin hari semakin menyakitkan, perasaannya pada Galih masih sama tapi keadaannya yang sudah berubah. Jika dulu mereka saling menguatkan untuk sama sama bertahan, tapi sekarang Viona memilih untuk pergi secara perlahan. Meninggalkan Galih bukan hal yang mudah, tapi ini demi kebaikan mereka berdua atau lebih tepatnya demi kebaikan Galih sendiri. Siapa yang tidak ingin hidup bersama dengan orang yang kita cintai? Semua orang pasti menginginkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD