Perjuangan yang sia sia

1027 Words

Galih mengusap wajahnya frustasi, untuk kesekian kalinya Viona berhasil membuatnya bungkam. Tidak ada gunanya berdebat seperti ini dengan Viona, lebih baik mengalah walaupun Galih sendiri tidak rela melihat Alan menjadi pemenangnya. "Maaf, aku lupa kalau kita udah enggak ada hubungan apa-apa." Sama seperti Galih, rasanya sangat asing mendengar pernyataan tidak ada hubungan apapun di antara mereka. Tapi Viona harus mempertahankan pendiriannya, tidak boleh goyah sedikitpun. Berpura pura kuat di hadapan Galih tentu tidak mudah, tapi Viona berhasil bersikap acuh dan seolah tidak peduli dengan Galih. "Tapi aku enggak pernah lupa, kalau sampai sekarang kita masih menjadi dua orang yang saling mencintai walaupun sudah sangat asing." Sambung Galih, untuk menyadarkan Viona semuanya tidak bisa d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD