“Ini Damara babu lo itu, kan?” tanya Sanadia sekali lagi. Galaksi langsung memandang Sanadia dengan wajah tak terima. “Jaga ucapan lo!” kata Galaksi memperingati. Pemuda itu melirik Damara yang terdiam dengan wajah memerah. Galaksi yakin bahwa saat ini Damara sedang menahan tangis. “Apa yang salah, sih, Gal?” tanya Sanadia kemudian tersenyum miring. Sanadia berjalan mendekat ke Damara, kemudian memandang penampilan Damara dari ujung rambut sampai ujung kaki. “Kenalan, yuk. Saya Sanadia, calon Tunangannya Gala,” ucap Sanadia seraya mengulurkan tangan kanannya. Damara mematung beberapa saat, kemudian melirik Galaksi dengan alis menukik. Apa maksudnya berjuang sekali lagi? Perjuangan seperti apa lagi yang Galaksi maksud? Haruskah Damara semakin terluka dan terluka lagi? “Saya Damara, mant

