Damara tak menggubris permintaan maaf Galaksi. Gadis itu pergi dengan genangan air mata menuju ke jalanan. Hujan rintik-rintik membasahi tanah, namun hal itu tak membuat Damara gentar, dia tetap dengan pendiriannya untuk berada jauh-jauh dari Galaksi. Sebenarnya Damara tak benar-benar marah dengan sikap Galaksi barusan. Damara menangis hanya karena sedih lantaran akhir kisah cinta mereka harus kandas bahkan sebelum semuanya dimulai. Damara harus terlihat membenci Galaksi agar pemuda itu bisa hidup nyaman tanpanya. Bukankah Damara memang harus bersikap demikian agar semua rencananya berjalan lancar? Taksi daring pesanannya telah menunggu di pertigaan jalan. Damara menyeret kopernya menjauhi kediaman Galaksi dengan genangan air mata. Setelah membuka gerbang, Damara memandang rumah itu untu

