Bab 9 Jalur Yang Salah

1206 Words

Ada sesuatu yang aneh dalam cara Inari menatap bayangannya sendiri di kaca jendela bus. Seperti melihat perempuan asing yang sedang kabur dari sesuatu… atau mengejar sesuatu yang seharusnya ia tinggalkan. Ia tidak tahu apa yang membuatnya berpikir kalau mungkin dia berada di jalur yang salah. Namun, apa yang Bramasta lakukan padanya, cukup membuatnya untuk berpikir kalau dia seperti wanita yang diinginkan hanya bila Bramasta berada di dekatnya. Karena saat berjauhan, lelaki itu seperti menolak kehadirannya. Perjalanan Malang–Semarang dengan bus malam memakan waktu sekitar delapan jam. Bramasta yang memesankan tiketnya. Ia juga mentransfer uang saku, tanpa Inari minta. “Buat jajan di jalan,” katanya singkat. Padahal Inari tahu jumlahnya bahkan bisa untuk dua kali perjalanan. Inari hanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD