Bab 27 : Mengunjungi Penjara

1414 Words

Selama dua pekan aku dirawat di rumah sakit, Satria tidak pernah absen sehari pun untuk menjenguk. Sebelum berangkat bekerja, dia akan mampir sebentar. Pun ketika pulang dari kantor, dia akan singgah walau hanya beberapa menit, atau sekadar menanyakan kabar. "Kamu sudah makan?" Setiap kali muncul, pertanyaan itu yang akan Satria keluarkan. Ia akan meletakkan jas kerjanya di sandaran kursi, lalu mengambil alih mangkuk bubur dari nakas. Sangat tahu, bahwa aku tidak terlalu menyukai bubur rumah sakit. Meski tidak memberikan makanan pengganti, Satria akan duduk di kursi besi samping ranjang rumah sakit untuk menyuapiku. Satu demi satu sendok bubur habis di mangkuk, berpindah dalam perutku. Aku tersenyum, ketika Satria memberikan air minumnya. "Papa kamu tumben nggak ada. Biasanya gantii

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD