Disebabkan jarak rumah Satria sudah dekat, jadi kami memutuskan untuk berlari-lari cepat meninggalkan mobil di pinggir jalan yang menuju keluar perumahan. Satria menjadikan jaket kulitnya sebagai payung untuk kami berdua, meski tidak terlalu berguna karena hanya bisa melindungi kepala. Setibanya di teras rumah Satria, kami sudah basah kuyup. Satria segera membuka pintunya sementara aku hanya menyimak sembari mengusap kedua lengan guna mengusir dingin. Dari sini, aku juga menyimak jumlah kunci dalam genggaman Satria. Sekitar 6 kunci berbeda, yang bersatu dengan kunci mobil. Seandainya tidak penting—kecuali kunci rumah, seharusnya Satria tidak harus membawa kunci sebanyak itu, kan? Aku harus waspada dan mencari segala hal yang mencurigakan di rumah ini, karena Satria membelinya sejak ia

