Bab 31 : Rekan yang mengancam

891 Words

Seluruh tubuh sulit aku kendalikan. Seringkali kepala miring tanpa bisa aku cegah, meski sekuat tenaga tetap memastikan mata terbuka lebar. Aku meraba-raba sekitar, mencari setidaknya satu alat pelindung jika Satria melakukan sesuatu yang buruk. Namun, yang terjadi malah bekas makanku jatuh dan pecah di samping kursi tempatku duduk. Lalu, sebuah tepukan di bahu membuatku menoleh cepat. "Medina, kamu kenapa?" Shit! Aku menekan gigi-gigi, dan mengepalkan tangan kuat agar tidak segera meledak. Fokus utama sekarang adalah, tetap sadar. Harus sadar. Tidak boleh tumbang, atau Satria akan bebas melakukan sesuatu semaunya. "Aku nggak papa." Kepalaku menunduk dalam saat beratnya seolah menjadi berton-ton. Pandanganku kian kabur, dan deru napas berubah cepat. Tolong ... aku harus tetap sadar.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD