“Iya, Aunty janji. Sudah, dong, jangan sedih terus. Nanti cantiknya hilang,” rayu Hana. Mendengar permintaan Violet, Hana sangat berat hati. Dalam hatinya ada sedikit rasa ragu, bagaimana jika James menyakitinya lagi, apakah ia sanggup bertahan hanya demi Violet. Entahlah. Hana bimbang. Tapi yang pasti, James tidak akan semudah itu memaafkannya. Hana yang paling tahu tabiat pria yang sudah mengisi setengah hidupnya itu Hana berdiri seraya mengacak rambut Violet. Violet pun menuntun Hana untuk sarapan pagi. Lalu, meminta Auntynya itu untuk menemaninya jalan-jalan di sekitar rumah, ia merasa jarang bercengkrama dengan Hana. Hana tak bisa menolak. Dia sudah terlanjur sayang pada anak sahabatnya itu. Tapi Hana meminta Violet untuk mandi dulu, begitupun dirinya yang harus membersihkan diri dar

