55. Pada malam itu

1734 Words

Alvian berlari bagai kesetanan. Matanya terus fokus ke seorang gadis yang semakin menjauh dari titik pandangnya "Hei, hei," Sialnya Alvian tidak tahu nama gadis itu. Ia cuma bisa menyapa 'hai,' dengan suara panik saat melihat gadis itu mencoba naik dengan bantuan sebuah lift. Vian semakin berlari, mencoba peruntungannya ia menumpangi lift lainnya. "Ah, tadi dia ke lantai berapa,ya?" Vian mengetuk-ngetuk kepalan tangannya di jidat. "Kok loh naik lift ini sih. Tadikan lift sebelah sepi?" Vian jadi menguping pembicaraan. Aduh, kenapa dia jadi suka nguping gini sih. Tadi Hana, sekarang. Ah, sudahlah "Males, ahk. Ada Letta!" tanggap gadis lainnya. Vian memincingkan mata. Kayaknya dia samar-samar mengingat nama gadis itu. Ta, ta.., "Loh kenapa?" wanita itu jadi terkekeh dengan kelakukan tem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD