Villa Jovanka

1003 Words
Mang ali supirnya fely membuka pintu mobil mempersilahkan nonanya masuk, Feli duduk di kursi belakang penumpang bersandar di kursi memejamkan matanya lalu menarik napas dam membuangnya.    “Akhirnya selesai, cukup melelahkan, lelah hati dan badan, ya tuhan semoga setelah ini aku mampu menjalani hidupku dengan baik dan normal dan mampu melupakan kenangan dengan sebuah pengkhianatan ini. Dan semoga kelak hatiku sudah kuat tidak mudah tergodan akan ucapan manis mulut berbisa” aamiin ucap fely. Mengusap wajahnya dengan kasar sudah cukup lelah hatinya dia ingin menenangkan pikirannya pergi ke villanya di tengah hutan.   “Kita mau kemana mba, atau langsung pulang”. tanya mang ali pelan takut mengganggu fely cukup perihatin dengan keadaan dan nasib kehidupan fely.  “Aku mau menenangkan diri dulu mang, Antar aku ke villa dekat pegunungan mang”ucap fely berbicara sambil memjamkan matanya menarik napas dalam lalu membuangnya dengan kasar ada rasa sesak dan sakit yang masih melekat dalam hatinya. “Baik mba” ucap mang ali dia melirik majikannya dari kaca sepion mobil kasian juga melihat majikannya begitu banyak ujian dan cobaan menimpa majikannya sampai pada akhir di titik ini. “Semoga kamu mendapatkan pria yang baik mencintai dengan tulus dan menerima kamu apa adanya dan dengan segala ke kurangan mu mba” batin mang ali.   Pelahan mata fely tertutup dia tertidur rambutnya melambai-lambai tertiup angin karena kaca jendelanya di buka, baru sekarang dia bisa tidur hampir sebulan tidak bisa tidur dengan baik. Dia terlalu berlarut – larut dengan kesedihan meratapi laki-laki b******k itu.   Mobil melaju dengan kecepatan rata-rata, menyusuri jalanan yang sepi. Suasana sejuk pegunungan dan angin yang segar membuat fely tidur dengan nyaman dan damai, hutan-hutan yang masih asri dan terjaga banyak pepohonan besar di sekelilingnya. Binatang buaspun mungkin masih ada di dalam hutan itu.   5 jam perjalanan dari kota menuju villa jovanka, suara mesin mobil berhenti di villa Jovanka, Terlihat villa mewah berada di kawasan pegunungan yang jauh dari orang-orang. Saking nyenyaknya tidur fely sampai tidak tau bahwa mereka sudah sampai tujuan.   “mbak fely, mba fely bangun kita sudah sampai” ucap mang ali sambil menggoyangkan tangan fely pelan.   Perlahan dua kelopak mata itu terbuka memperlihtakan sepasang mata indah nan cantik berwarna biru dengan bulu mata lebat dan lentik.   “eh iya mang” ucap fely mengusap wajahnya pelan. Dia bangun tidur tetap cantik dan terlihat imut sekali.   Fely pun turun dari mobil sambil menenteng tasnya, “mang ali apakah bahan-bahan makan sudah di sedian”. tanya fely masih mengantuk sesekali dia menguap.   “Sudah mba, sudah di siapin bi ana” ucap mang ali. “oh iya sudah mang, makasih kalian pulang aja dulu aku masih ingin sendiri “ ucap fely berlalu masuk ke villanya.   Semua bodyguard dan para maid di suruh pulang oleh fely, hanya ada dirinya sendiri di villa besar itu.   Tidak ada yang tau villa jovanka ini adalah milik fely bahkan mantan suaminya pun tidak tak bahwa fely mempunyai villa mewah di pegunungan menyatu dengan alam. Jika dia ada masalah fely akan berkunjung ke villa jovanka ini untuk menenangkan pikirannya, karena dengan adanya suasana alam membuatnya tenang apa lagi suasana sejuknya. Hanya ada 10 villa yang berdiri di hutan ini semunya berada cukup jauh dari satu dengan yang lainnya.     Villa milik fely berada cukup dekat dengan air terjun hanya butuh waktu 30 menit berjalan kaki menuju air terjun. Tapi biasanya dia akan menggunakan sepeda listrik menuju air terjun mempercepat perjalana.   Fely sudah berada di kamarnya di melanjutkan tidurnya lagi suasana yang menyejukkan angin sepoi-sepoi masuk lewat jendela balkon kamarnya. Fely sengaja tidak menutup pintu jendela dia biarkan terbuka agar anginya bisa masuk, angin alam lebih segar dan sehat. Fely masih mengenakan bajunya tadi belum berganti pakaian. Dia langsung berbaring terlentang dan membanting tasnya ke sembarang tempat, ponselnya di nonaktifkan karena dia benar-benar ingin menenangkan dirinya. Hanya jika dia membutuhkan sesuatu baru memegang telponnya.   Fely mengambil remot di atas meja lalu menekannya seketika dinding-dinding kamarnya terbuka lebar. Hanya bagian tertentu yang tidak terbuka seperti kamar mandinya. Dinding-dindingan berganti dengan kaca transfarans, memperlihatkan alam terbentang luas sungguh indah membuat mata kagum memandng pemandangannya.   Terlihat gunung-gunung dan pepohonan menjulang tinggi, burung berterbangan di langit villa-villa yang lain bisa terlihat dari kamarnya. Angin masuk ke dalam kamar membuat gorden melambai-lambai tertiup oleh angin. Tidak sampai beberapa menit fely tertidur sungguh jika berhadapan dengan alam hidup terasa lebih nyaman dan tenang , suasana yang menyejukan sangat pas saat pikiran stres untuk menenagkan pikiran.    2 Jam berlalu cukup lama fely tertidur sekarang sudah jam 4 sore, dia terbangun karena merasa lapar dari tadi perutnya belum terisi setelah persidangan. Diapun berjalan menuju lift ke dapurnya lantai bawah, sesampai di dapur fely memasak nasi goreng dan di tambah dengan campuran sayuran dan ayam goreng. Satu porsi nasi goreng dengan jus alpukat tersaji di meja pantry sungguh menggugah selera di tambah dengan bubuk cabe begitu nikmatnya.   “Ah mantap, makan nasi goreng yang pedas-pedas begini paling enak bikin plong kalau ada masalah terasa hilang semua kebawa sama pedasnya ke ubun-ubun” ucap fely ngomong sendiri, keringatnya bercucuran deras saking pedasnya.   Fely mencuci piringnya laru beranjak ke kamar mengambil tas ransel memasukan baju, jaket, dan handuknya semua perlengkapan sudah di bawa. Tidak lupa membawa cemilan dan minimuan.   Fely berjalan-jalan menggunakan sepeda listriknya menuju air terjun di kawasan itu, dia membawa sepedanya dengan perlahan menikmati suasana sore hari dengan di kelilingi alam luas.     “aaaaaaaarggggg” teriak fely menggema suaranya memantul di hutan itu,    “aku lelah tuhan, sudah cukup rasanya aku selalu bersedih dan tersakiti. izinkan aku bahagia lagi”. lirih fely dadanya terasa sesak, tidak ada yang tau bahwa sejatinya hanyalah wanita biasa seperti yang lainnya.   Sampai lah dia di air terjun pegunungan, begitu bersih dan jernih airnya suara riak air mengalir bergerumuh deras.  Diapun turun dari sepedanya lalu melepaskan ransel dan pakaianyanya, hanya tersisa celana hot pants dan tube top berwarna hitam. Begitu kontrans dengan warna kulitnya yang putih bersih dan mulus, mencetak jelas bentuk tubuh seksi dan ramping. Kaki jenjang itu perlahan berjalan melewati bebatuan berenang masuk ke dalam air yang jernih dan dingin. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD