Terdengar jelas suara pukulan air plak plak plak oleh jari-jari indah itu, fely memainkan air membentuk pola-pola di air, salah satu membuat hati bahagia memainkan air di sungai. Fely pun masuk ke dalam air berenang, dia di sebut ratu air karena mampu bertahan dia air begitu lama. Bahkan dia juara dunia lomba renang, cukup lama fely berada di air matanya di manjakan dengan air yang jernih ikan-ikan dan bebatuan makhuk hidup yang berada di perairan begitu jelas.
Fely pun menyembul keluar dari dalam sungai air yang menerpa tubuhnya terasa dingin dan menyegarkan membuat badan nyaman aliran darah dari tubuh terasa mengalir deras, dia mengakat kepalanya lalu menggelengkan ke kiri dan ke kanan rambutnya yang panjang terurai ikut melambai mungusap perlahan rambutnya air berjatuhan tutun ke bawah gaya yang menarik terlihat cantik dan sensual. Jika ada laki-laki yang melihatnya pasti tergoda tubuh wanita cantik dan seksi itu sunggup sempurna tanpa celah.
Dia beranjak ke atas ingin berendam di pemandian air panas yang berada di dekat air terjun itu yang dibuatnya. Lakangkah kakinya terhenti, takala mendengar suara anak kecil menangis. Mata tajamnya melihat sekeliling dan memasak telinganya dengan tajam mencari arah suara itu. Karena tempat dia membangun villa mewah ini, hutanmya yang masih liar dan berbahaya, masih banyak binatang-binatang buas tidak seperti villa-villa milik pengusaha yang lain.
Suara tangisan seorang anak itu berasal dari balik pohon besar itu, tangisannya hampir tidak terdengar lagi karena sesegukkan. Fely berjalan cepat menuju ke tempat suara anak kecil itu , kakinya perlahan mendekati pohon besar itu. Terlihat separuh tubuh seekor ular kobra dari balik pohon besar itu, anak itu terdiam tidak ada suaranya lagi terdengar.
Fely mengambil dahan kayu lalu berjalan mengendap-ngendam menuju bocah kecil itu, kepala ular kobra itu sudah mulai dekat tinggal 1 meter lagi mendekati kaki anak laki-laki itu.
Fely memutar otaknya agar perhatian ular itu teralihkan jika di salah mengambil tindakan anak itu akan terpatuk ular berbisa itu.
Tiba-tiba dahan kayu jatuh dari atas membuat pergerakan ular itu gesit ingin mematuk bocah itu.
“Kiyhaaaaaaaa” teriak kuat bocah laki-laki itu.
Melihat pergerakan itu aku langsung mengayunkan dahan kayu yang ku pegang, mengenaik kepala ular kobra dan dahan kayu yang jatuh tadi menimpa tubuhnya ular itu.
Bocah itu kaget di kira dia terkena patuk, fely langsung memeluk bocah laki-laki itu badanya bergetar hebat ketakutan.
“Hei boy tenang kamu jangan takut ularnya sudah mati”. ucap fely mengusap punggung bocah itu menenangkan.
“Hah haah hmhmm huhu hu” tangisan bocah itu,
“Hei boy tenang tante di sini”. Fely melepaskan pelukannya lalu menatap bocah itu.
“Hei jangan menanngis tatap mata tante, kamu baik-baik sekarang ada tante yang lindungi kamu jangan takut ya.” Fely memegang kedua bocah itu.
“Kamu mau ikut tante, ke villa tante dekat sini”. Tanya fely bocah itu hanya diam menatap wajah fely terlihat keraguan di wajahnya
“Tenang boy tante ga ngapa-ngapain kamu janji “fely memberi jari kelingkingnya tanpa mengikat janji.
“Janji” katanya dia pun mengalungkan jari kelingkingnya juga ke jari fely.
“Iya, janji kita bersihin luka mu dulu ya, ayo ikut tante”. Fely megang tangan bocah itu menuju tempat tasnya dan mengelurkan bajunya, mengikat luka di kaki bocah itu agar darahnya tidak keluar terus.
“Apa kamu lapar” Tanya fely. Dia menatap sendu bocah laki-lakii itu bajunya kotor semua dan terlihat pucat bocah laki-laki itu hanya mengangguk.
“Tante ada bawa camilan dan minuman untuk menghalang rasa laparmu sebentar sebelum kita sampai ke villa tante”. Fely menyodorkan beberapa camilan dan minuman untuk bocah laki-laki itu.
“Ini ambil jangan malu-malu”. Ucap fely sembari memberikan makannya.
“makasih tante” ucap bocah laki-laki itu sembari memakan makanan yang di beri fely.
“Nama kamu siapa boy, dan berapa umur” Tanya fely terseyum melihat bocah itu makan belemotan dan tergesa-gesa sepertinya dia kelaparan sekali.
“Edwin tante, umur ku 10 tahun tante” jawab Edwin mulutnya penuh dengan makan.
“Kenapa kamu bisa berada di hutan ini, sangat berbahaya tanpa ada orang tua yang mengawasimu” ucap fely menatap sekeliling hutan ini.
“Aku dan teman ku terpisah dari rombongan keluarga kami, aku dan teman ku pergi mengejar teman kami. Yang mengejar kupu-kupu sampai masuk ke dalam hutan. Aku terjatuh dari atas gunung sana kakiku kesandung akar kayu. Keluarga besar kami sedang mengadakan kamping, berlibur di villa seberang sana” . Ucap Edwin menunjuk arah gunung di sebelah barat sana.
“Temanku mencari bantuan, tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda dari mereka mencari ku, Aku sudah 3 hari berada di hutan ini hanya memakan buah – buahan liar dan air sungai. Ucap Edwin.
“Kasiannya kamu nak, kamu ikut tante saja. Kalau ada yang mencari mu pasti mereka akan sampai sini”. ucap fely memberikan jaketnya untuk Edwin agar tidak dingin di jalanan nanti karena hari sudah mulai petang .
“Pakailah jaket ini agar kamu tidak kedinginan di jalan, nanti kamu mandi di villa tante saja karena harinya sudah petang”. Ucap fely menggendong tas ranselnya menuju sepeda listriknya.
“apa kamu masih kuat berjalan, kalau gak tante gendong ya” Tanya fely melihat Edwin berjalan sambil meringis.
“Tidak apa-apa tan aku masih kuat dari sini ke sepeda tante jaraknya dekat” ucap Edwin berjalan pelan dia malu jika di gendong oleh fely.
Fely langsung menggendong Edwin ala bridal style, lalu menduduki Edwin di sepedanya. Wajah Edwin memerah bercampur malu, dia menatap wanita dewasa di depan matanya. “cantik” batin Edwin.
“Pegangan ya kita berangkat” ucap fely lalu mereka sepeda mereka berdua melaju.
“Iya tan” Edwin memeluk pinggang fely dari belakang.
Edwin memeluk erat tubuh ramping fely “Nyaman”. Batin Edwin memejamkan matanya merasakan angin menerpa wajahnya dingin bercampur dengan rasa yang menyegarkan ketika menarik napas menghirup udara.
Hal yang paling nyaman menenangkan dan membuat hati merasa bahagia adalah ketika kita berada di alam lepas memandang dan merasakan ciptaan dari sang pencipta mensyukuri sebuah nikmat yang tiada bandingnya. Mengagumi ciptaan tuhan akan indahnya alam semesta yang di ciptakannya begitu cantik tanpa celah.