Hah?!" lagi-lagi Jaja dan Bu Ambar tercengang. Karena memang di Barcelona mereka hidup biasa saja, tidak terlalu mewah. Hanya saja semua kebutuhan Jaja dan Bu Ambar dipenuhi. Sangat jelas terlihat Pak Jonathan begitu menyayangi Jaja. Lelaki paruh baya itu memiliki istri yang tidak mampu memberikannya anak. Untuk itulah Pak Jonathan memburu keberadaan Bu Ambar. Ia yakin, kalau ia memiliki anak bersama Bu Ambar. Alex pamit untuk kembali ke kamarnya. Sedangkan Jaja sudah berbaring di atas kasur yang begitu empuk. Begitu juga Bu Ambar sudah berada di dalam kamarnya, mengeluarkan pakaian dari koper lalu menatanya di dalam lemari. "Ma, Jaja ke tempat Nanang ya?" "Sama Alex'kan?" Jaja mengangguk sambil mencium takzim punggung tangan ibunya. "Oleh-oleh buat Nanang dan keluarganya jangan lup

