19

1011 Words

"Jangan datang dan memberi harapan, jika tujuan utamamu adalah kembali meninggalkan." ******* Saska duduk termenung di balkon kamarnya, pandangannya lurus ke depan, gadis itu kembali terlihat rapuh. Hari ini dia tidak masuk sekolah, karena suatu alasan. Pintu kamar terbuka, masuklah seorang lelaki yang masih memakai seragam putih abu-abu. Ini sudah siang jadi memang sudah waktunya pulang sekolah. Dia duduk di samping Saska, menatap gadis itu yang masih menatap ke depan. Dia merapikan rambut Saska yang sepertinya tidak di sisir. Menarik kepala gadis itu untuk bersandar di bahunya. "Masih memikirkan hal itu?" tanya Dafa, lelaki yang sekarang sedang membelai lembut rambut Saska. Dafa tau semuanya, karena pada malam itu saat dia hendak ke rumah Saska, dia melihat Saska menaiki taksi. D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD