ketika lomba raja dan ratu pesta, Darwin dan Tiwi ikut serta namun ketika lomba dansa Tiwi gagal karena tidak terbiasa apalagi ketika harus mengikuti irama musik yang cukup cepat. beberapa kali Kaki Tiwi terjatuh bakhkan tubuhnya menyenggol peserta dansa lainnya.
begitu pengumuman raja dan ratu pesta malam itu Tiwi sama sekali berkecil hati takut jika dirinya mengecewakan Darwin pada titik namun dari membesarkan hatinya bahwa sesungguhnya dia sama sekali tidak mengharapkan piala kemenangan itu sama sekali.
"kau tidak perlu khawatir Tiwi. Aku sama sekali tidak mengharapkan piala itu sama sekali. aku sudah sudah sangat senang kau mau datang ke pesta dansa bersama ku. Sungguh, ini adalah suatu kemenangan bagi ku. Aku audah bisa memenangkan hatimu dan bisa mengajakmu kepesta. Bahkan kau mau ikut limba ini, yang hanya bisa kita ikuti di tahun pertama kita masuk sekolah. itu suatu kemenangan untukku. terima kasih banyak ya sudah mau datang ke pesta bersamaku. Terimakasih kau mau berdansa bersama ku. Semua ini akan jadi kenangan indah yang kita miliki. aku akan mengingatnya dengan baik. sungguh kaulah pemenang dihatiku selamanya Tiwi," ucap Darwin memegang erat tangan Tiwi dan berucap dengan sungguh sungguh. Entah Tiwi mendengar atau tidak karena sudah pembaca acara juga sedari sibuk bicara.
" benarkah Yang kau ucapkan itu Darwin? Sunggu lh aku takut kau kecewa dengan aku. tapi tunggu Kenapa kau bilang ini akan jadi kenangan indah? Apakah kau akan pergi begitu? jangan pergi aku mohon, "Tiwi memohon.
Darwin tertawa kecil.
"Apakah karena kau bersamaku dan ibumu mau kau pergi menjauh dariku? karena itu kau bilang ini akan menjadi kenangan indah yang akan kau ingat. begitukah? Maafkan aku. sungguh aku sangat ingin bersamamu. Maafkan aku jika kamu mendapat masalah karena aku. Tunggu Aku sangat menyesal sekali. Tetapi..." Tiwi, dia menggeleng kuat dan menunduk dalam.
"Hei sayang kau bicara apa? jangan bicara seperti itu, justru aku lah yang membuat kau bahkan mungkin keluargamu juga mendapat masalah karena bersamaku. Sudahlah jangan bicarakan Ibuku lagi. Tenanglah. Aku akan menjagamu. Apapun yang terjadi aku pasti akan selalu menjagamu. Aku berjanji padamu. jangan bersedih lagi. Ayo kita dengarkan apa kata pembaca acara itu saja, siapa tahu jangan-jangan kita masih bisa mendapatkan juara pertama dan mendapatkan mahkota raja dan ratu itu bukan?"canda Darwin mencoba menghibur.
Tiwi pun mengangguk dan menuruti Darwin dan tidak lagi membicarakan masalah mereka mengenai ibu Darwin. tiba tiba saja pembawa acara Memanggil nama mereka berdua dan menyuruh mereka naik ke panggung.
"Tiwi, Mengapa mereka berdua menyuruh kita naik ke panggung? apa kau tadi Mendengarkan sesuatu? Aku tidak mendengarkan karena tadi sibuk bicara denganmu. apa kau mendengarkan? "ujar Darwin sambil menggenggam tangan Tiwi berjalan ke panggung dengan wajah heran, mengapa pembawa acara memanggil mereka berdua naik ke panggung.
"Entahlah aku pun sama sekali tidak mendengarkan karena juga sibuk mendengarkanmu tadi. Jadi apa kita memenangkan suatu?" tanya Tiwi setengah berbisik kepada Darwin.
"Entahlah.. anggap saja begitu,"ujar Darwin tersenyum sambil mengelus pipi Tiwi dengan lembut.
Darwin terus saja menggenggam tangan Tiwi hingga naik ke panggung. mereka berdua pun disuruh untuk menghadap ke seluruh penonton yang hadir. keduanya masih belum tahu mereka mendapatkan juara apa. karena ada dua orang pasangan yang lainnya yang sudah berada di atas panggung.
"sepertinya kita mendapat juara sayang, mungkin juara ketiga,"ucap Darwin berbisik ditelinga Tiwi lembut. Membuat Tiwi kegelian.
"dan ini dia, Raja dan ratu pesta dansa tahun ini. Darwin dan Tiwi!!," pembawa acara kemudian menggandeng tangan Tiwi dan Darwin untuk lebih ke tengah panggung.
Salah satu pembaca acara tersenyum sambil mengenakan mahkota kemenangan raja dan ratu pesta dansa ke atas kepala mereka berdua. Darwin dan Tiwi hanya diam saja, Saling pandang sama sekali tak menyadari jika mereka ternyata pemenang pertama.
" kok para pemenang raja dan ratu kita malam ini kok cuma diam dan saling pandang ya? apa jangan-jangan mereka berdua belum tahu jika mereka lah pemenang utama raja dan ratu pesta dansa malam ini?" tanya pembawa acara wanita kepada para penonton yang hadir.
Gelak tawa hadir di tengah panggung. mikropon kemudian diberikan kepada Darwin dan Tiwi agar bisa ikut bicara.
"Nah sepertinya bener nih para pemenang kita sama sekali nggak sadar kalau mereka pemenang kita malam ini. coba dong ngomong Darwin atau Tiwinya? "ujar sang pembawa acara pria kepada Tiwi dan Darwin.
Darwin lebih berani berbicara daripada Tiwi. Darwin dwngan cepat mengangka mikrofon dan berbicara kepada semua orang yang hadir.
"Terima kasih sekali atas kepercayaan dari panitia dan juga seluruh tim penilai untuk memberikan piala ini kepada saya dan juga kekasih saya. jujur kita berdua sama sekali nggak nyangka kalau kita berdua tuh jadi pemenang raja dan ratu pesta malam ini. kita sampai bengong begini karena kita memang tadi lagi nggak dengerin pembawa acara. mohon maaf banget ya,"ujar Darwin memohon maaf kepada panitia dengan menundukkan kepalanya. Menaruh tangan ke d**a sambil tangannya menggenggam Tiwi.
"Maaf ya, Soalnya kita juga lagi kaget banget karena kita yang menang. saya dan Tiwi bahkan lagi ngomongin siapa yang bakal menang. kita sama sekali nggak Berharap bakalan menang. jadi mohon maaf banget ya karena kita masih kaget. tapi sungguh saya sangat makasih banget karena kepercayaan pemenang ini kepada kami berdua. ini bakalan jadi momen yang sangat berharga untuk saya. Bakal saya ingat bahwa pertama kalinya saya berani menyatakan cinta kepada kekasih saya dan itu diterima. bahkan kami dinobatkan sebagai pasangan raja dan ratu pesta dansa malam ini. Saya sangat berayukur. Semua ini akan saya inggat sebagai kenangan masa SMA saya yang paling indah,"ujar Darwin penuh senyum pesonanya.
Tiwi hanya tersenyum mendengar kan sambil berbicara di depan panggung. setelah mengucapkan kata-kata tersebut Darwin pun kemudian menyanyikan sebuah lagu indah untuk semua orang di malam itu.
Dia indah, peretas gundah
Dia yang selama ini kunanti
Pembawa sejuk, pemanja rasa
Dia yang selalu ada untukku
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku, milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku, ku milikmu
Kau milikku, ku milikmu
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku, milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku, kupunya kamu, selamanya
Akan begitu
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku, milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku, ku milikmu
Kau jiwa yang selalu aku puja
"Tiwi berjanjilah padaku. Apapun yang terjadi setelah ini, ku mohon bersabarlah. andai pun kita terpisahkan oleh jarak, ruang bahkan waktu, satu hal yang harus kau ingat, aku selalu menyayangimu dan akan slalu menjagamu, meski ragaku tak didekatmu saat itu,"ucap Darwin penuh kesungguhan.