Hari ini adalah hari yang baru lagi. Tiwi kembali bersemangat untuk memulai harinya bekerja di perusahaan. Tiwi sangat bahagia sekali. kakinya langsung melangkah masuk ke perusahaan. kantor nampak lengang. suasana pun masih sepi namun ada bisik-bisik di depannya kala melangkah menuju tangga.
"Eh kalian tahu enggak istrinya Si CEO kita itu namanya Bu Aliya. bu Alia itu wanita yang cuantik banget tuh. dia tuh Anggun. dewasa. tapi katanya Mereka udah nikah 5 tahun dan belum punya anak lo," ujar seorang wanita muda dengan rambut sebahu itu.
" Iya aku dengar juga seperti itu. mereka udah 5 tahun menikah dan belum punya anak. tapi biar begitu Katanya sih mereka tetap mesra. aku rasa sih itu adalah salah satu cobaan mereka dengan belum adanya anak tapi mereka tetap saling cinta dan selalu romantis terus tuh. Apalagi Si Bos yang selalu mencintai istrinya itu, "sahut wanita lainnya.
"Eh kamu sekretarisnya Pak Bos kan?" tanya wanita lainnya menegur Tiwi.
Tiwi pun kemudian mengangguk dan tersenyum mengiyakan pertanyaan dari wanita tersebut.
"denger-denger katanya si Bos bakal masuk tuh Hari ini. kerjaan kamu udah beres belum? Bukannya kamu juga anak baru ya? "tanya wanita yang lainnya.
Tiwi pun hanya tersenyum kecil mendengar pertanyaan wanita tersebut Seolah meremehkan dirinya. dirinya pun menjawab, "iya mbak saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya. semoga aja Mbak juga sama seperti Saya sudah menyelesaikan pekerjaan Mbak. permisi ya Mbak saya masih buru-buru nih takutnya si Bos udah masuk duluan pagi-pagi begini," ujar Tiwi pun berlalu
"Diiih anak baru sombong amat apalagi udah jadi sekretaris si bos begitu pasti tambah gede kepalanya. dasar, "cibir wanita berkacamata mendengar jawaban Tiwi.
Tiwi pun melangkah masuk kedalam ke ruangannya. ruangannya nampak sudah rapi sepertinya office boy atau office girl sudah membersihkannya. pun ruangan nampak segar karena ada pengharum ruangan yang sudah disediakan padahal sebelumnya belum ada pengharum itu di sana. Tiwi langsung masuk dan duduk di kursinya. ada sebuah sekat kaca sebelum masuk ke ruangan Bos lagi.
"hari ini katanya Bos bakalan masuk. seperti apa ya bos? duh aku jadi deg-degan sendiri begini. Semoga aja bos menerima aku sebagai sekretarisnya. aku tahu penampilanku sama sekali tidak menarik. banyak yang bilang orang mencari seketaris itu mau yang cantik dan sexy. tapi semoga saja bos Aku tidak seperti itu. Semoga dia juga suka dengan pekerjaanku," ucap Tiwi berdoa dan berharap di dalam hatinya.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi dan belum ada tanda-tanda bahwa si Bos bakalan masuk hari ini.
"Tiwi.. buruan ke depan katanya si Bos bakalan datang tuh Ayo cepetan siap-siap turun ke bawah," ujar salah satu pekerjaan membuyarkan Lamunan Tiwi.
suasana sudah nampak ramai di lobi depan kantor. teman-teman Tiwi semuanya sudah menyambut sang bos. Tapi nampaknya si bos belum datang. banyak bisik-bisik yang mengatakan bos belum tiba.
Tak lama kemudian sebuah mobil pun berhenti seorang wanita dengan cantiknya turun dari mobil mewah tersebut. Wanita itu sangat cantik dengan pakaian yang sangat pas di tubuhnya. wanita itu mengenakan kacamata hitam menutupi matanya dari kilatan silau matahari yang sudah mulai mengganas. semua orang langsung menunduk hormat kepada dirinya dan mempersilakan wanita cantik itu masuk. wanita itu pun berjalan dengan Anggun masuk kedalam lobby kantor.
"Selamat datang bu Alia!"sambut pak Johan. Kepala Keuangan menyambut wanita cantik itu.
Wanita cantik dan Anggun itu mengangguk dan tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya itu tersusun rapi di dalam rongga mulutnya. membuat semua orang berdecak kagum atas penampilannya. kemudian wanita cantik dan anggun itu melangkah menuju kerumunan semua karyawan yang tengah menunduk dan berdecak kagum atas penampilannya.
"Perhatian semuanya ini adalah ibu Aliya. Bu Aliya adalah pimpinan tertinggi kita yang tak lain adalah istri dari sang CEO kita. Pak Bos kita sendiri hari ini berhalangan hadir karena sedang mengurusi hal yang lainnya jadi hari ini Bu Aliya sendiri yang akan langsung mengontrol pekerjaan kita semua," jelas Pak Johan kemudian memperkenalkan sekaligus mempersilahkan bu alia untuk sedikit memberikan kata sambutannya.
"Halo semuanya saya Alia, " ujarnya memperkenalkan dirinya lalu melepas kacamata hitamnya.
"Halo Bu Aliya Selamat datang di kantor," jawab semua karyawannya hampir bersamaan.
"wah semua tampak bersemangat ya. semoga semuanya pekerjaan kita semuanya beres dan semoga rezeki kita semua dilancarkan ya. Saya sangat berharap sekali kerjasama antara kita semua. agar kita semua saling menguntungkan satu sama lain. sama-sama bekerja sama ya dan semoga rezeki kita selalu dilancarkan. terima kasih sekali sudah mau bergabung di perusahaan kami. meskipun ini adalah perusahaan cabang dari Bandung tapi tahun ini kami berusaha dan berupaya memindahkan kantor utama ke Jakarta. semoga usaha kita sama sekali tidak sia-sia ya. Semangat semuanya!" ujar Bu Aliya memberikan semangat kepada seluruh karyawannya.
Tepuk tangan rouh segera menyambut bu Alia begitu selesai memberi kata sambutan. satu persatu seluruh karyawan antri ingin benjabat tangan dengan dirinya. Alia pun tanpa ragu menjabat tangan seluruh karyawan yang ingin bersalaman dengan dirinya.
" Saya sangat terkesan sekali dengan keakraban teman-teman semuanya. Saya tidak akan sering datang ke kantor jadi saya hanya memantau dari rumah. tahu sendiri lah Nyonya rumahan," ucapnya tertawa renyah.
Karyawannya hanya tersenyum dan ikut tertawa.
"meskipun ini adalah perusahaan keluarga saya tapi saya sangat mempercayakan perusahaan ini kepada suami saya. jadi Pak Bos yang nanti akan selalu menjadi atasan kalian dan mengawasi seluruh pekerjaan kalian. Saya sangat berharap sekali tidak ada kesalahan dari kita semua ya. Saya sangat berharap sekali seluruh pekerjaan teratur dan dikerjakan dengan sebaik-baiknya. saya sangat menjunjung tinggi dengan kerja keras teman-teman semuanya Terima kasih sekali sudah bekerja dengan giat di sini. Saya berharap semua hasil kerja keras kalian dibayar dengan pantas oleh perusahaan. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak ya, "ujar Alia.
Ucapan dari Alia tersebut sangat menyentuh hati seluruh karyawan yang merasa sangat tersanjung atas kerja keras mereka yang selama ini telah bekerja keras dan mengabdi sepenuh hati di perusahaan.
Satu persatu pekerjaan di cek ricek bu Alia. Meski katanya hanya istri rumahan, tapi Bu Alia sangat memahami seluk beluk permasalahan di kantor. Buktinya kesalahan karyawannya pun bisa diatasi bu Alia.
"wa pekerjaan teman-teman semuanya nampak rapi semua ya Meskipun ada satu dua teman-teman yang membuat kesalahan. Alhamdulillah semoga bisa diperbaiki lagi ya. untuk absen juga saya perhatikan semuanya nampak rapi semoga prestasi ini bisa selalu dipertahankan untuk bulan-bulan berikutnya ya karena kamu semua adalah bagian dari perusahaan dan kalian juga jadi tolak ukur maju tidaknya perusahaan kita, "ujar Alia sebelum akhirnya pamit undur diri meninggalkan kantor.
semua bernafas dengan lega Setelah mbak Alya meninggalkan kantor mereka berharap tidak ada pemeriksaan lagi seperti ini setelah hari ini. Namun sepertinya itu adalah sebuah hal yang salah.
"jangan senang dulu. tadi kalian sudah berkenalan dengan Bu Aliya. Bu Aliya memang tidak pernah marah dan selalu memberikan saran untuk kemajuan kita semua. Sangat berbeda dengan suaminya. kalian belum ada satu orang pun yang melihat pak bos jadi saya harap kalian akan selalu memperlakukan orang asing dengan baik. Jika ditanya akan berlaku dengan lemah-lembut. sepertinya Bu Aliya tadi sempat memperingatkan saya bahwa Pak Bos tidak akan memberi peringatan ataupun memberi kabar kepada kita semua jika suatu hari dirinya akan datang. entah nanti siang atau besok pagi dia akan datang dan masuk ke kantor. jadi dia sama sekali tidak berharap ada sambutan seperti tadi Kita menyambut istrinya. Bu Aliya," ujar Pak Johan memberi peringatan kepada teman-temanmu di kantor.
Begitu mendengar hal tersebut semua karyawan PT MAHA PUTRA PERKASA terdiam. Termasuk juga Tiwi. Setelah memberikan beberapa saran Pak Johan menyuruh seluruh rekan kerjanya melanjutkan pekerjaan mereka.
"Pak.. Pak Johan,"Tiwi memanggil pak Johan.
"Ya ada apa? kamu seketaris pak boss kan?"Pak Johan balik bertanya.
"iya pak. saya. maaf Pak. Saya mau tanya nama boss kita siapa ya? saya sama sekali belum tahu. terus bingung mau tanya siapa. Nggak ada yang tahu,"ucap Tiwi.
Pak Johan tersenyum.
"Namanya Pak Darwin. Orangnya masih sangat muda,"bisik Pak Jihan ditelinga Tiwi supaya tak ada yang mwndengarnya.
"Darwin? Astaga. apakah dia?"Tiwi berharap itu Darwin. Pangerannya.
"maaf apa Pak Darwin dari luar negri. ah maksud saya lulusan Amrik?"Tiwi berusaha mwncari tahu.
"Saya kurang tahu Tiwi. yang jelas sejak SMA dia sudah bellajar bisnis langsung dari pamannya. Nanti kita caritahu begitu pak boss datang. Maaf ya Tiwi saya mau keruangan saja,"pak Johan lalu berlalu.
"Pamannya? belajar bisnis dari SMa? ah benarkah itu kau Darwin? Tapi..."Tiwi menggeleng cepat.
"Wi kenapa?"tanya Amel.
"Astaga Amel kau buat aku terkejut saja,"Tiwi mengelus dadanya.
"kau sendiri yang melamun Aku memanggilmu kau malah tak mendengarnya aku dari tadi sudah memanggilmu ketika Pak Johan sudah pergi menjauh tadi. kau sedang memikirkan apa?"tanya Amel ingin tahu.
Tiwi menggeleng cepat lalu berkata, "aku tidak tahu Amel tapi aku tadi bertanya dengan pak Johan, Siapa nama bos kita dan dia jawab Darwin. aku hanya merasa jangan itu Darwin kita. Apakah ada kemungkinan yaitu Darwin Mel? sungguh aku sangat berharap bertemu dengan Darwin. aku selalu sangat merindukannya. tetapi Bu Aliya? ah rasa-rasanya entahlah kan,"Tiwi merasa lemas mengetahui jika itu adalah benar Darwinnya.
"Sudahlah jangan berandai-andai yang harus kita lakukan sekarang adalah berbenah diri dan berharap saja. jangan sampai kau kembali dipecat gara-gara terus melamun dan Memikirkan orang yang belum tentu terus memikirkanmu tanya. ini sudah 10 tahun Tiwi. kau tidak bertemu dengan yang tidak berhubungan dengannya tapi kau selalu disiksa oleh keluarganya jadi aku mohon Tiwi Bangkitlah. aku menyukaimu kau bahagia bersama Darwin. tapi tidak dengan cara seperti ini. itu seperti di negeri dongeng saja pangeran dan Cinderella. jadi aku mohon jangan siksa dirimu sendiri. Ibu darwin sudah terlalu sering menyusahkan hidupmu bukan? Berhentilah aku mohon. Akan ada orang lain yang mencintaimu lebih dari Darwin. aku yakin itu, "ujar Amel kemudian mengeluarkan isi hati yang selama ini dipendamnya.
Tiwi hanya diam. Tiwi menyadari ucapan Amel sangat benar. sudah 10 tahun dia tak berhubungan dengan Darwin. Tapi ibu Darwin selalu mengganggunya. Bagaimana jika Tiwi masih berhubungan dengan Darwin?