Tiwi bangun lebih awal pagi ini. ini adalah hari pertama dirinya bekerja. Tiwi sudah bangun sejak subuh tadi. Tiwi bangun dan mengerjakan semua pekerjaan rumah. Dirinya juga sudah mengerjakan cucian kotor dan piring kotor sejak subuh tadi.
"hah tumben kau sudah bangun subuh-subuh dingin begini Tiwi. Bahkan sudah berada di dapur tiwi?" dahinya ibu maria berkerut heran melihat Tiwi jam segini sudah di dapur.
Tiwi tersenyum melihat Maria.
" ya bu alhamdulillah, tiwi hari ini sudah mulai bekerja di perusahaan yang sama dengan amel. Tiwi diterima bekerja kemarin bu,"ujat Tiwi memberikan informasi kepada ibu maria.
"kau diterima bekerja? waaa sulit dipercaya. Baguslah kalau kau diterima bekerja disana. Nikmati saja pekerjaanmu saat ini. Kau tau sendiri Nyonya Kenia masih mengintaimu. Pada akhirnya nanti nyonya juga akan membuatmu dipecat juga dari pekerjaanmu itu. Sekarang nikmati saja dulu," ujar maria sinis menatap anak tirinya itu
tiwi sadar betul apa yang diucapkan ibu tirinya itu memang benar adanya. jika nyonya Kenia mengetahui bahwa dirinya kini telah bekerja, bahkan di sebuah perusahaan dengan posisi yang sangat bagus seperti ini, Nyonya Kenia tidak akan menyukainya. Pasti cepat atau lambat ibu Darwin itu akan membuat dirinya dipecat. tetapi karena sekarang ini belum terjadi. Jadi nikmati saja saat saat ini. sampai akhirnya nyonya Kenia akan mengetahuinya. Lalu membuat dirinya tak apa menikmati pekerjaan ini lagi. Maka selama dirinya masih bisa menikmati pekerjaan ini ada baiknya dirinya bekerja dengan baik. Entah hari ini atau dan besok lusa dirinya akan di pecat juga. tetapi Tiwi berharap semoga satu bulan masih bisa bertahan bekerja di sana.
"silakan saja kau jika ingin bekerja Tiwi. Ibu sama sekali tidak melarang. tetapi ingat pekerjaan rumah harus kuselesaikan lebih dahulu. Terutama sarapanku ketika pagi hari. Jika siang Kau tidak bisa memasakan untuk Willy, itu terserah saja. tapi ketika malam kau harua menyediakan makanan untuk ibu. ibu sudah lelah juga bekerja seharian sama seperti dirimu dan ibu ingin ketika malam hari Ibu pulang makan malam sudah tersedia di meja,"ujat Maria menatap Tiwi yang menunduk.
" ibu tidak mau tahu apakah makanan itu kau masak ataupun kau beli di luar, yang ibu tahu ada makanan di atas meja ketika ibu pulang," ceramah Maria kemudian duduk di kursinya.
Tiwi mengangguk dan mengiyakan kata-kata ibu tirinya tersebut. lalu menyediakan sarapan untuk ibu tirinya tersebut. sementara willy sendiri belum bangun karena nampaknya semalam willy tidur sampai larut malam.
setelah memastikan semua pekerjaan rumah beres. Tiwii pun meminta izin kepada sang ibu untuk berangkat bekerja. karena ini adalah pertama kalinya dirinya bekerja, Tiwi pun menyimpulkan dirinya untuk membawa bekal untuk menghemat selama satu bulan bekerja.
Tiwi pun keluar rumah dan mencari ojek untuk pergi ke tempat bekerjanya. namun sayangnya ketika akan pergi tiba-tiba saja amel sudah menjemputnya.
"Apa yang kau lakukan? Ayo naik saja ke motorku," ajak Amel. Tiwi pun mengangguk Lalu naik ke motor Amel. berdua Mereka pun pergi ke kantor.
" Tiwi ini adalah hari pertama mu bekerja jadi bersemangatlah. okey? tapi sepertinya akan ada pekerjaan yang menumpuk untukmu pagi ini. Jadi Bersabarlah. kudengar bos kita akan segera kembali dan akan segera masuk jadi berusahalah sebaik mungkin. aku masuk ke dulu keruanganku ya. Jadi bersemangatlah, bye "pesan Amel sebelum akhirnya mereka berpisah dan mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
Tiwi pun segera masuk ke ruangannya. nampak setumpuk pekerjaan sudah berada di atas mejanya. segera saja Tiwi memeriksa satu persatu pekerjaan dengan secepat mungkin. Mengerjakan pekerjaan yang dia bisa. Tiwi tak lupa membereskan ruang kerja tersebut meskipun semuanya sudah tampak rapi. tetapi ada beberapa hal yang perlu ditata kembali terutama berkas-berkas yang berserakan.
Tiwi menikmati harinya pertama kali bekerja ini. sedang Asyik Mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba saja salah satu yang mewawancarainya kemarin masuk dan menegur tiwi.
"Hai Tiwi aku kemarin yang mewawancarai mu. namaku Dewi. aku sebenarnya bertugas di Bandung untuk perusahaan utama di Bandung. Jadi mungkin beberapa hari kedepan aku akan membimbingmu selama di Jakarta ini. tetapi mungkin 3 hari kedepan bos kita akan kembali dan membimbingmu langsung. jadi selama aku masih di sini aku lah yang akan memberimu arahan. Apa kau baik-baik saja atau ada yang tidak kau mengerti dari berkas-berkas yang telah aku taruh di atas meja mu?" tanya Dewi
"Terima kasih banyak Bu Dewi. Saya cukup mengerti dengan pekerjaan yang harus saya lakukan dan beberapa berkas-berkas yang sudah saya pisahkan dan sudah saya rapikan dan ditaruh di raknya,"terang Tiwi.
"itu cukup bagus sekali Tiwi. kulihat semuanya sudah cukup rapi. kau cukup luar biasa Tiwi. Oh ya aku juga sama sepertimu aku juga seorang sekretaris di Bandung. Oh iya, kau bersemangatlah untuk pekerjaan ini ya. aku belum pernah membertemu bos. Tapi kata teman-temanku di Bandung, boss cukup seram itu kata-kata teman-teman yang ada di bandung karena aku sama sekali belum bertemu dengan CEO kita. jadi aku hanya memberimu saran untuk bersemangatlah. Oh ya aku kembali dulu ke ruanganku ya," Ujar Dewi kemudian meminta izin meninggalkan tiwi.
Tiwi kini hanya diam mendengarkan saja. Memang banyak desas-desus mengenai Sang Bos belakangan ini. ada yang mengatakan bahwa Bos sangat dingin dan juga sangat tegas. Tetapi ada juga yang mengatakan Bos sangatlah penyayang dengan karyawan-karyawannya. tetapi dari semua hal itu satu orang pun belum ada yang pernah melihat sang Bos itu sendiri.
Tiwi sendiri menjadi penasaran. Seperti apa rupa sang bos yang katanya tampan dan rupawan itu. andai saja sang bos belum memiliki istri, Tiwi sangat yakin sekali banyak wanita yang akan jatuh hati kepadanya.
Tiwi kemudian melangkahkan kakinya menuju tempat dirinya kembali bekerja. satu persatu berkas kembali diperiksanya beberapa hal yang perlu diperbaiki dan harus dikembalikan kepada siapa yang telah membuatnya. cukup bersemangat Tiwi menyelesaikan semua pekerjaannya.
Tidak beberapa lama kemudian pintu kembali diketuk kali ini Amel yang masuk ke ruangan tersebut.
"hai hai! kulihat kau tengah sibuk bekerja tiwi? Bagaimana pekerjaanmu? apa kau menyukainya? Oh iya ini ada pertama kalinya aku masuk ke ruangan ini. besok lusa aku tidak mungkin akan bisa masuk lagi ke mari karena bos kita sudah kembali. ada yang bilang tiga hari lagi akan kembali ada juga yang bilang itu Besok aku juga tak tahu jadi Bersabarlah dan bersemangatlah," amel kembali menyemangati sahabat baiknya itu
" iya Amel aku cukup menikmati pekerjaan ini Terima kasih banyak ya. aku sendiri tidak tahu. tadi Ibu Dewi bilang tiga hari lagi mungkin bos kita akan kembali ke Jakarta. Oh ya apakah Kau juga mendengar desas-desus bahwa Bos Kita cukup galak? Aku menjadi takut sendiri Amel, "Ujar Tiwi tak bisa menyembunyikan rasa ketakutan dalam dirinya.
"Ya aku juga mendengar bahwa dirinya cukup galak dan juga cukup tegas dengan bawahannya. aku rasa itu memang sifat seorang bos. aku rasa itu cukup biasa. Artinya Kau harus bisa menyelesaikan dengan benar Tiwi. Oh ya Apa ada yang tidak kau bisa? apa ada yang perlu aku bantu? "tanya Amel.
"Aku hanya takut saja Mel. jangan-jangan bos itu tidak menyukai pekerjaanku dan langsung memecat ku. Kau tahu sendiri aku sudah berapa kali dipecat dari pekerjaanku. dengan alasan yang berbeda. padahal aku sudah berusaha sebaik mungkin. kemudian aku pun mengetahui bahwa boskuh sudah berganti menjadi Nyonya Kenia. Bos yang aku anggap boss itu hanya bos kedua. Dia hanya disuruh Kenia saja mencari alasan untuk memecat saja. aku rasa rasanya menjadi trauma untuk bekerja lagi seperti itulah yang kurasakan saat ini Mel," ujar Tiwi melampiaskan rasa kekhawatirannya
"jangan takut dan ragu lagi Tiwi. sekarang kan kau ada di perusahaanku. aku sudah beberapa tahun di sini dan tak pernah kulihat Nyonya Kenia. Aku 3 tahun di sini. jadi aku sudah bisa meyakinkan bahwa kami sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan Nyonya Kenia di sini," Amel menyemangati.
"Aku harap demikian semoga saja aku bisa benar-benar lepas dari Nyonya Kenia,"Tiwi berkata dengan penuh harap.
"Ya sobatku. Sudah bertahun. Aku rasa akhirnya nyonya Kenia berhenti juga. toh ku rasa untuk apalagi dia mengganggumu? toh kalian sudah tidak berhubungan lagi bukan?"ujar Amel
"Kau benar Mel. aku harap kali ini ibunya Darwin berhenti mengganggu pekerjaanku. sudah sepuluh tahun ini. Aku benar benar bosan rasanya,"keluh Tiwi lagi.
Amel tersenyum dan memeluk sobatnya itu. Setelah berbincang mereka pun kembali ke pekerjaan mereka masing masing.