hari ini adalah kelanjutan dari hari kemarin untuk melanjutkan wawancara kerja. Tiwi mendapatkan kesempatan untuk maju ke tahap 2 untuk posisi sekretaris sang CEO.
Ada lima orang teman yang juga mengikuti seleksi untuk posisi sekretaris. mereka sangat cantik dan juga nampak berpakaian rapi dan juga necis. sangat berbeda dengan Tiwi. merasa rendah diri melihat penampilan mereka yang begitu Wah di matanya.
"Tiwi Ayo bersemangatlah bersemangatlah mereka hanya berpenampilan cantik di luar saja belum tentu otak mereka juga cantik. bersemangatlah Tiwi," Tiwi menyemangati dirinya sendiri sebelum akhirnya masuk ke ruangan di depannya. satu persatu pertanyaan di jawabnya dengan tepat membuat sang pewawancara di hadapannya tersenyum puas dengan jawaban yang diberikan Tiwi.
"Mbak Tiwi saya sangat puas dengan jawaban mbak. sepertinya Mbak akan maju ke tahap 3. tapi Mbak bersabar saja ya nanti setelah ini tunggu sebentar setelah saya mewawancarai semua orang yang menginginkan posisi sekretaris ini maka saya akan memutuskan Siapakah yang akan maju ke tahap 3. Saya hanya akan memilih 3 orang setelah ini dan maju ke tahap 3 semoga Mbak adalah salah satunya," ujar sang pewawancara tersebut kemudian bersalaman dengan erat bersama dengan Tiwi.
"Terima kasih banyak Bu saya sangat senang sekali atas pujian ibu. semoga saja saya maju ke tahap 3 Terima kasih banyak ya Bu," ujar Tiwi kemudian permisi dan keluar dari ruangan tersebut..
Tiwi henti-hentinya berdoa di dalam hatinya mengucapkan doa yang bisa dihafalkan yang di dalam hati sambil menunggu keputusan dari penilai. di benar-benar sangat berharap bisa maju ke tahap 3. sambil menunggu beberapa orang teman nampak ngobrol.
"Eh kalian tahu nggak sih katanya sang CEOnya itu ganteng banget. Tapi sejak kemarin nggak ada yang ketemu sama si CEonya. kira-kira kenapa ya sama si ijo yang belum muncul? "tanya salah satu peserta wawancara tahap 2 itu sambil mengibaskan rambut panjangnya.
"ada yang bilang dia sama istrinya masih ada di luar negeri. kemarin-kemarin mereka kan masih di luar negeri terus. ini juga kan anak perusahaan mereka yang ada di Bandung. mungkin mereka masih ke Bandung dengan perusahaan utama di Bandung. aku kok bingung ya kenapa malah urusan utama malah di Bandung bukanya di Jakarta sini? "ujar wanita berbaju coklat keheranan sendiri.
"Udah nggak usah ngurusi CEOnya deh. kita kan di sini mau jadi sekretaris nya dia. satu yang aku saranin ya. siapapun ya nanti keterima. nggak usah terlalu ngurusin bosnya kita. kita terusin aja pekerjaan kita. jangan terlalu ngurusin pekerjaan pribadi dia. kecuali dia yang nyuruh. semua orang kan punya privasi masing-masing. meskipun kita ini seorang sekretaris nggak harus urusan pribadi Jadi urusan kita. kecuali itu juga bagian dari urusan kita yang disuruh sama bos itu.ah baru kita urusin. itu aja sih Kalau menurut aku, "ujar wanita yang berkacamata memberi saran.
"aku setuju banget sama kata wanita yang berkacamata itu. meskipun kata orang sekretaris itu ngurusi urusan pribadi juga tetapi buat aku, kalau bosnya sendiri nggak nyuruh, mending gak usah deh.dari pada ikut campur urusan orang. apalagi itu katanya sang Bos udah punya istri Duh jangan sampai deh kita ikut-ikutan urusan rumah tangga mereka juga," Tiwi ikut menimpali.
"bener banget tuh kata kamu. apalagi urusan rumah tangga tuh kan Sensitif banget.Nah bisa aja kan istrinya itu pecemburu dan kita dituduh sebagai perebut suaminya. aduh amit-amit deh," ujar wanita yang lain menimpali.
mereka semua asyik merumpi hingga akhirnya tak sadar bahwa semua sudah di wawancara tinggal menunggu hasilnya. mereka semua menunggu dengan tidak sabar sambil terus berdoa dan berharap semoga mereka lolos ke tahap berikutnya.
"Baiklah saya sudah memiliki hasil dari wawancara tahap kedua ini. ada 3 orang wanita yang memiliki kesempatan untuk maju ke tahap 3. saya sebutin namanya ya," wanita pewawancara tadi membuka sebuah amplop dan membacakan hasilnya.
"meskipun saya yang ngomong wawancara tadi. tapi ada orang lain yang juga mendengarkan hasil dari wawancara kita. Jadi ini ada 3 orang staf lagi yang tadi juga ikut mendengarkan wawancara kita. baik hasilnya 1 orang pertama yang lolos ke tahap 3 yang namanya yaitu, Mbak mawar. orang kedua yaitu saudari Mia dan yang ketiga yang terakhir itu namanya saudari Tiwi. Baiklah Selamat atas nama-nama yang saya sebutkan tadi buat yang lolos, mohon maaf ya mungkin belum rezeki nya untuk bergabung ke perusahaan ini. mungkin ada kesempatan lain besok atau lusa. Baik terima kasih banyak ya yang enggak lolos. buat yang lolos kita tunggu setengah jam lagi untuk wawancara tahap ketiga ya, "ujar wanita tersebut kemudian pergi meninggalkan 3 orang yang tengah senang karena masuk ke tahap 3.
Tiwi sangat bersyukur sekali bahwa dirinya maju ke tahap 3 namun sekali lagi dia melihat saingan nya. mereka adalah yang dipujinya sangat cantik terlihat dari luar tadi. ah Tiwi menjadi makin kecil hati mungkin Sepertinya dia tidak akan lolos.
"yang lolos ke tahap 3 terlihat sangat cantik dan memiliki kemampuan sekali. lihatlah dari cara penampilan mereka sangat anggun sekali. Sepertinya aku tidak akan lolos,"ujar Tiwi berkecil hati.
"Tiwi!! kau Jangan berkecil hati. aku tahu kau lolos ke tahap 3. bersemangatlah. jangan kau lihat saingan dengan wanita itu. ucapkan doa di dalam hatimu. aku yakin kau pasti bisa melaluinya dan lolos menjadi sekretaris sama CEOo. aku selalu mendukungmu teman" ujar Amel mengirim pesan singkat kepada Tiwi.
TIwi pun sangat senang sekali mendapat pesan singkat tersebut dirinya pun Makin bersemangat dan bersiap untuk maju ke tahap 3.
tahap 3 berjalan dengan lancar tak terasa waktu pembelajaran dengan cepatnya. Hari pun sudah menjelang pukul 3. Tiwi makin merasa gelisah sendiri menunggu hasil yang masih tak tentu tersebut.
"Baiklah saya sudah mempunyai hasilnya dan selamat kepada saudari Tiwi. Mbak terpilih sebagai sekretaris CEOo," ujar wanita berpakaian jas hitam tersebut memberikan kabar bahwa yang lolos ke menjadi sekretaris sang CEO adalah Tiwi. Tiwi sendiri hanya diam saja mendengarkan seolah tak percaya apa yang didengarnya.
"Tiwi, Mbak Tiwi Selamat ya Mbak lolos menjadi sekretaris sang CEO. duh saya Jadi iri deh sama Mbak. tapi Selamat ya Mbak," persaing Tiwi tersebut memberikan selamat kepada Tiwi. kemudian berlalu. Tiwi hanya tersenyum seolah masih bermimpi atas apa yang didengarnya.
"selamat kali lagi ya Mbak tiwi. besok jangan lupa langsung datang dan langsung ke ruang CEO ya Mbak. si boss belum kembali dari luar negeri jadi Mbak Tunggu saja. tetapi pekerjaan Mbak sudah menunggu. banyak yang harus diselesaikan. jadi Mbak bekerja enggak harus nunggu bos kita kembali dulu. soalnya pekerjaan sudah menumpuk nih Mbak. ya udah ya selamat ya besok jangan lupa datang pukul 8 ya Mbak," wanita tersebut kemudian bersalaman dengan Tiwi.
Tiwi pun bersalaman dengan wanita tersebut dan mengucapkan banyak terima kasih atas apa yang telah didapatkannya hari ini. Tiwi pun segera keluar dari kantor tersebut kemudian menunggu amel yang katanya ingin langsung bertemu dan mendengar langsung hasil wawancara hari ini.
"Amel! Aku senang banget nih atas hasil hari ini makasih banget ya dukungan kamu selama ini," langsung Tiwi memeluk sahabatnya tersebut begitu melihat sabahatnya keluar dari lift.
"Wah kamu senang banget kayaknya kamu keterima ya benar wi? Selamat ya," Amelpun membalas memeluk sahabatnya tersebut mereka berdua pun saling tertawa terbahak-bahak.
keduanyapun kemudian saling bercerita banyak hal. Amel meskipun masih bekerja tetapi mereka menyempatkan diri untuk bertemu. setelah bercerita Mereka pun kemudian melanjutkan aktivitasnya. Amel hari ini ingin Lembur karena katanya beberapa hari lagi sang bos aku akan datang dan memeriksa seluruh kinerja karyawannya. Karena itulah amel pun harus bekerja keras memastikan semua pekerjaannya telah bagus dan benar.
"Amel saja sampai harus lembut untuk memastikan pekerjaannya sudah benar. apa jangan-jangan si Bos galak ya?"Tiwi bertanya sendiri.
" Ah sudahlah yang pasti aku harus bekerja dengan benar besok. Alhamdulillah ya Allah akhirnya aku bertemu dengan pekerjaanku juga. aku sangat bersyukur sekali apalagi itu adalah suatu perusahaan besar dengan posisi yang sangat bagus sekali. aku benar-benar seperti mimpi," ujar Tiwi berkali-kali masih tak percaya dengan pekerjaan yang kini telah didapatkannya.
Tiwi pun segera pulang dan menyelesaikan pekerjaan rumah yang tadi telah disebutkan oleh Maria. dilihatnya pakaian Maria begitu banyak yang perlu disetrika.
rumah juga nampak berantakan puntung rokok bertebaran di ruang tamu. sepertinya Willy tadi habis mengajak teman-teman yang berpesta di rumah. banyak bekas cangkir kopi berserakan di dapur.
"Huh Willy.. dia hanya menambah pekerjaan ku saja. dia benar-benar membuat aku kesal saja. Padahal dia sudah besar seharusnya dia bisa menyelesaikan pekerjaan rumah Ini kan. Kenapa juga dia mengajak teman-temannya ke rumah dan membuat rumah menjadi kotor lagi seperti ini. Padahal pagi tadi sebelum aku pergi ke rumah sudah rapi dan tidak ada piring kotor yang menumpuk. tapi sekarang Lihatlah. semua piring menumpuk bahkan banyak gelas bekas kopi. Ah Andai saja aku tadi terlambat pulang dan Ibu Maria yang lebih dahulu pulang. sudah pasti aku sudah kena omel," kemudian membersihkan seisi rumah.
pukul 7 malam semua pekerjaan sudah selesai. makan malam pun sudah tersaji di atas meja makan. tapi Bu Maria belum bekerja. ada perasaan cemas di hati Tiwi. tidak biasanya ibunya pulang terlambat seperti ini. entah apa yang terjadi. apakah ibunya lembur atau Apa. Tiwi benar-benar tak tahu. ingin bertanya kepada Willy. Tetapi dirinya segan.
"Kau sedang apa didepan pintu?"tegur Willy melihat Tiwi berdiri di depan pintu.
"ah tidak.aku tidak sedang apa-apa,"ujar Tiwi lalu masuk.
"Apakah kau mencemaskan ibu? dia kan pulang malam jadi tak perlu kau tunggu dia. asal pekerjaanmu semua sudah beres. apa kau sudah menyetrika pakaian ibu? jangan sampai dia pulang dan pakaiannya belum kau setrika,"ujar Willy. kemudian mengambil piring dan sendok selalu makan dengan tenang.
" aku sudah menyelesaikan semuanya aku akan ke kamar," ujar Tiwi meninggalkan Willy seorang diri di dapur.