10 TAHUN BERLALU

1579 Words
Hari ini adalah hari yang baru. Tiwi memulai hari ini dengan semangat yang baru. meskipun kemarin Tiwi bersedih karena telah dipecat kembali dari pekerjaan lamanya namun kali ini dirinya akan memulai kembali pencarian pekerjaannya setelah sebelumnya dirinya gagal dan gagal lagi. entah kenapa kegagalan selalu saja mengintai dirinya sejak 10 tahun belakangan ini. Tiga tahun di masa SMA yang sulit dilalui karena Nyonya Kenia mengambil alih sekolah mereka. membuat dirinya benar-benar seperti disiksa. baik itu di rumah maupun di sekolah. ibu tirinya Maria dan juga saudara tirinya Willy bekerjasama dengan nyonya Kenia. setelah bertemu dengan ibu Darwin, tentu saja Kenia menerima mereka dengan lapang d**a. memberikan Maria pekerjaan dan juga menyuruh Willy untuk terus mengawasi Tiwi baik di rumah maupun di sekolah. karena itulah mereka berdua mendapatkan uang dari Nyonya kenia agar terus menyiksa Tiwi. membuat hidup Tiwi seolah di neraka. beruntung Rio dan amel selalu berada di sisi Tiwi. membantu Tiwi baik senang maupun susah. Namun sayangnya ketika akan naik ke kelas 2, Amel malah mendapatkan kesempatan untuk mempercepat masa SMA nya. jadilah Amel langsung naik ke kelas 3 dan bisa mengikuti ujian nasional pada tahun itu juga meninggalkan Rio dan Tiwi di kelas 2. Iya memang otak amel memang lebih encer daripada teman-teman yang lain yang membuatnya lebih berprestasi dari pada keduanya. Amel yang lebih cepat menyelesaikan masa SMA nya pun lebih cepat masuk universitas. Begitu selesai S1, Amel langsung bekerja di perusahaan besar. anak perusahaan dari Bandung. Dan sekarang disinilah Tiwi sekarang. dilobby kantor Amel. Amel memberitahukan kepada Tiwi bahwa ada sebuah lowongan pekerjaan di kantor tempat dirinya bekerja. Tiwi tak melewatkan kesempatan ini. Dirinya sudah bersusah payah sejak dahulu. Berharap kali ini lepas dari Kenia juga Darwin. meskipun dia masih merindukan Darwin tapi jeratan ibu Darwin yang kini benar-benar membuat dirinya ketakutan setengah mati bahkan untuk bernafas saja dirinya seperti yang sangat kesulitan. ibu tiri dan saudara tiri yang selalu mengawasinya begitu juga demikian mata mata Kenia. meskipun akhir-akhir ini dia yang tidak lagi melihat Kenia di negara ini tapi bisa saja mata-matanya masih terus berada di dekat Tiwi. Entah mengapa Kenia masih saja mengintainya padahal dirinya sama sekali tidak lagi berhubungan sedikitpun dengan Darwin. Bagaimanakah Darwin saat ini setelah 10 tahun tak lagi bertemu dengan Tiwi. terakhir ini didengar tiwi bahwa Kenia kini sudah mengurus mereka bisnis mereka yang ada di Paris. sepertinya nyonya Kenia saat ini sedang tertarik dengan dunia fashion. Dia melebarkan sayapnya di paris. Tiga tahun setelah Darwin pergi. Perusahaan ayah Darwin terancam bangkrut. Beberapa karyawan kena PHK. tiwi mendengar banyak hal mengenai Kenia dan juga darwin dari mulut maria yang terus aja menceritakannya dihadapkan willy sambil sesekali menegur tiwi. tiwi sangat berterima kasih sekali dengan maria. berkat itu dirinya menjadi tahu kalau 10 tahun terakhir ini,bahwa darwin masih terus berusaha mempelajari bisnis bersama dengan paman Philips di luar negeri. "wi.. kau sudah lama menunggu? ayo bersemangat lah! aku yakin kali ini kau akan berhasil!" amel memberi semangat kepada Tiwi yang sudah mengantri untuk melakukan tes wawancara. sepertinya amel curi-curi waktu agar bisa memberi semangat kepada tiwi. "Ya Amel aku akan berusaha. terimakasih ya sudah memberiku semangat. Hei kembalilah bekerja sana! aku tidak mau kau mendapat masalah gara gara aku Mel!"tegur Tiwi memperingatkan Amel. "Hei jangan khawatirkan hal itu. Oh ya jika nanti kau mau mendaftar di lowongan kerja mana. kau bilang saja seketaris CEO. oke? kau pasti bisa mendapatkan posisi itu."ujar Amel. "seketaris? CEO? Ah tidak tidak. tidak usah setinggi itu mel. aku karyawan biasa saja. pekerjaan itu tidak cocok untukku,"tolak Tiwi. "bodoh! hanya itu lowongan yang tersisa. Apa kau mau di bagian produksi? pemasaran? jangan mau. itu pekerjaan sulit,"Amel memperingatkan. Amel sekarang sudah mendapatakan posisi cukup bagus. kepala bagian pemasaran tiga. Ya posisi itu ada lima orang. Amel salah satunya. Bisa kau bayangkan sebesar apa perusahaan itu jika kepala pemasaran saja ada lima genk? " Apa kau yakin Mel? kau kan tahu posisi itu sulit untuk didapatkan. Nanti aku malah tidak bisa bekerja lagi. Bagaimana? posisi itu juga harus melewati beberapa tahap seleksi. apa aku bisa melewatinya Mel? kalau kau yang harus menjadi sekretaris maka ku yakin Kau pasti bisa Mel, "ujar Tiwi merendahkan diri sendiri. "kau ini bicara apa? jangan bodoh! ku yakin kau pasti bisa Tiwi. kau harus bersemangat dan yakin akan kemampuan mu sendiri. aku yakin kau pasti bisa Tiwi. bersemangat dan Bangkitlah. aku yakin ibu Kenia ini tidak akan mengganggumu lagi. bersemangatlah. sudah ku pastikan ibu Kenia sekarang berada di Paris dan sedang belajar bisnis fashion. kau jangan khawatirkan. Oh ya Ada kabar gembira. sepertinya Rio sekarang ada di Indonesia. terakhir yang kudengar dia sekarang mendirikan Firma hukum di sini. Kau dengar Firma hukum?"Ameltersenyum. " Bagaimana bisa dia sekarang mendirikan Firma hukum padahal dulunya dia kuliah di jurusan bisnis seperti Darwin. Ah bodoh sekali anak itu. ada-ada saja tingkahnya. nanti setelah aku pulang bekerja kita akan menemuinya. Oke?" ujar Amel ceria lalu berlari kecil menjauh dari Tiwi. Tak lupa Amel melambai kepada Tiwi padahal belum sempat Tiwi menimpali pembicaraannya. Tiwi pun melambai kepada sahabat baiknya itu yang sudah menemaninya bertahun-tahun ini. hanya amel yang tidak pernah pergi meninggalkannya sementara Darwin dan Rio sekarang sedang mengejar mimpinya masing-masing. Tiwi pun bersemangat, bahwa dirinya pun akan mengejar mimpinya saat ini. meskipun ini bukan sebuah mimpi yang indah tetapi dirinya berusaha untuk mewujudkan mimpi jadi indah. Tiwi setuju dengan anggapan Amel. dia pasti bisa untuk mendapatkan posisi penting di perusahaan ini seperti teman-temannya yang lain. Tiwi pun melangkah masuk ke ruangan wawancara dan melewati 1 tahap dari seleksi untuk sekretaris sang CEO. sore menjelang, amel sudah keluar dari kantor dan segera berlari menyambut Tiwi. "Bagaimana wawancaranya tadi sayang? Apakah sukses?" tanyanya langsung penasaran kepada hasil wawancara Tiwi siang tadi. "aku berhasil Amel 1 tahap sudah kulewati. ada dua tahap lagi dan aku harus melaluinya. kau benar. aku berhasil Amel. aku berhasil!"seru Tiwi bersemangat. "syukurlah kalau begitu aku sangat senang sekali mendengarnya. Bersemangatlah terus. Kau pasti bisa mendapatkan posiai itu Tiwi. oh ya, Ayo kita segera temui Rio. dia tadi sudah menelponku dan sedang menunggu kita di sebuah Cafe. Ayo berangkat," ujar Amel segera menggandeng lengan tiwi dan segera menyetop taksi untuk mereka pergi segera menemui Rio sahabat yang sudah lama tak berjumpa. "Amel.. aku sendiri juga tidak sabar bertemu dengan rio. mel apa menurutmu trio tahu tentang kabar darwin? aku tahu ini sudah 10 tahun. tapi jujur saja ku masih merindukannya. bagaimana sekarang kabarnya? apa dia sudah menikh?"tanya Tiwi. ada nada sedih ketika menyebut kata menikah. "Jangan sedih dan berekspresi seperti itu Tiwi. Lihatlah. kau dan aku sedang mengejar karir kita. Begitu juga dengan rio. aku yakin Darwin pun seperti itu. Jika dia sekarang belum kembali ke Indonesia itu artinya dia masih belajar bisnis dengan pamannya itu si Paman pilih. kerjanya harus bersabar. Tenanglah jodoh tidak akan ke mana. karena itu kau hanya harus bersabar dan bersabar. Oke," ujar amel memberi semangat. Tiwi pun mengangguk setuju. mereka berdua pun kemudian segera masuk Cafe Karena perjalanan Mereka pun sudah sampai. di dalam Cafe sudah duduk seorang pria muda yang minum kopi dengan santainya sambil menulis sesuatu di notes milikinya. "Rio!"pekik Amel. Rio langsung melambaikan tangannya dan kemudian menyuruh keduanya untuk duduk di hadapannya. amel rasanya sangat senang sekali melihat pria berpenampilan sangat rapi di hadapannya saat ini. tampang dan raut wajahnya Rio pun sudah sangat berbeda. Rio menjadi sangat tampan dengan setelan jas yang dikenakannya. setelan seseorang Firma hukum. wajah Rio sudah berbeda. Tak ada lagi wajah jenaka yang ada sekarang wajah yang menjadi sangat serius. "rio? aku tak yakin ini Rio yang dahulu," ucap Tiwi bergurau. Rio hanya tersenyum kemudian berkata, "apa kabar kalian berdua.. Apakah baik-baik saja?" tanyanya penuh khawatir. Amel hanya tersenyum. "oh ya bagaimana denganmu Tiwi? ini sungguh sangat spesial. karena jujur saja sahabat kita dulu yang menitipkan engkau kepadaku untuk selalu menjagamu. maaf jika dahulu aku terpaksa pergi demi mengejar mimpiku. aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa menjagamu, "ucap Rio menyesal. "Apa yang barusan kau katakan Rio? menjaga siapa? kau tau. Tiwi banyak mengalami kesulitan gara gara ibunya Darwin itu. ckck. Sekarang kau sudah mendirikan firma hukum. berjuanglah. tegakkan keadilan juga untuk Tiwi. kau mengwrti. jaga dia dengan benar. tapi jangan kau curi hatinya. hatinya masih punya Darwin. benarkan?"goda Amel. Tiwi hanya tersipu malu. "jadi bagaimana ceritanya kalau bisa berubah haluan menjadi seorang Firma hukum Rio? Aku benar-benar tidak mengerti mengapa kau bisa merubah mimpimu," Tiwi penasaran. "Entahlah kawan aku pun sama sekali tidak mengerti. tetapi aku tahu aku sama sekali tidak bisa konsentrasi terhadap bisnis. jadi ku serahkan saja bisnis Ibuku kepada saudaraku yang lain. kau tahu kan ibuku sudah menikah lagi itu sudah memiliki anak jadi biarkan mereka saja yang mengurus bisnis itu. aku baru tahu jika kakekku juga seorang yang memilih hukum sebagai jalur hidupny. namun sayangnya kakekku bercerai juga dengan nenekku itu artinya aku pun sama sekali tidak mengerti Entahlah," ujarnya Rio. "ribetnya.."ujar Tiwi. "Rio..apa kau mendengar kabar Darwin?"tanya Tiwi penuh harap. Rio menatap Amel dan Tiwi bergantian. Lalu menggeleng. "sudah 10 tahun. aku benar benar tak lagi berkomunikasi dengan Darwin. hanya ada satu email yang dikirimnya padaku. dia bilang sudah sampai dirumah paman Philip. pamannya langsung menyita handphone miliknya. menghapus seluruh kontak bahkan seluruh isi handphone. termasuk foto dan video kebersamaan kita. huft. itu email terakhir. aku sudah membalasnya tapi tak ada balasan,"ujar Rio. "sudahlah jangan cemaskan Darwin. aku yakin dia baik baik saja. kita memang berjauhan. tapi yakinlah. kita selalu saling mendoakan dalam kebaikan. aku yakin Darwin sedang berusaha keras sekarang. jika dia sudah bisa dia akan kembali. kita hanya perlu menunggunya,"ujar Amel menenangkan. Terutama untuk Tiwi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD