Perempuan sempurna hanya ada dalam cerita. Tetapi bukan cerita cinta kita. Sepanjang lorong rumah sakit Dimas terus saja memikirkan kata-kata Kara yang nampaknya sederhana namun begitu sulit untuk diartikan. Dimas yakin kalimat singkat dengan nada datar yang Kara ucapkan tadi adalah sindiran kepadanya. Tetapi mengapa tidak berasa kepadanya. Karena saya tahu kamu menyukai yang berbatang dari pada berlobang... Berbatang dan berlobang? Maksudnya ada kalimat Kara tersebut tertuju kepada apa? Kenapa bisa-bisa dia menyebut berbatang dan berlobang. Padahal Kara saja baru sadar dari pingsan. Setiap langkah yang Dimas lakukan, satu tarikan napas yang keluar dari mulutnya seakan menjawab arti dari kalimat ambigu tersebut. Hingga kedua manik matanya melihat Elva yang berjalan ke arahnya. Memamer

