Restu Orangtua

1282 Words

Mencintaimu sama halnya seperti belajar mengendarai mobil. Awalnya aku terus belajar untuk maju. Namun setelahnya aku pun harus belajar kapan saatnya mundur. Baru saja sadar dari pingsannya beberapa saat lalu, Kara sekarang sudah mampu tertawa-tawa seorang diri seperti orang gila. Pikirannya masih sama mengingat bagaimana ia menasihati Dimas tadi, dan juga memberi kepercayaan kepada laki-laki itu. Sejak diperlihatkan KTP oleh Dimas beberapa waktu lalu, Kara langsung saja mengingat bagaimana gosip mengenai keluarga Dimas sempat menghebohkan dunia. Bagaimana tidak, salah satu putra pebisnis yang sering kali menjadi lawannya harus tersandung kasus yang mencoreng namanya. Diberitakan oleh banyak media pada saat itu, satu dari dua anak lawan bisnis Kara tersebut dikabarkan mencintai sesama j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD