Merinding Bulu Romaku

1366 Words

Aku tidak perlu menjadi kamera atau tongsis, ketika diangkat tinggi semua orang akan tersenyum padaku. Karena di dekatmu aku hanya butuh menjadi seorang perempuan yang ingin dicintai. Musik romantis tiba-tiba saja mengalun lembut ditengah pekatnya malam. Suara nyanyian merdu menjadi pengiring dua insan yang sedang saling tatap dengan posisi begitu intim. Deru napas sang laki-laki menerpa lembut pada sisi pipi kiri sang gadis. Keduanya seolah terhipnotis dengan tatapan satu sama lain. Dengan gerakan perlahan, sang laki-laki memulai aksinya. Mengusap lembut pipi sang gadis. Lalu menyatukan tangan kirinya dengan tangan kanan sang kekasih. Penyatuan itu seolah membingkai wajah perempuan yang berada di bawahnya. "Ternyata laki-laki itu bodoh, bisa menyakiti perempuan secantik lo ini." ungka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD