Aku tidak perlu menjadi kamera atau tongsis, ketika diangkat tinggi semua orang akan tersenyum padaku. Karena di dekatmu aku hanya butuh menjadi seorang perempuan yang ingin dicintai. Musik romantis tiba-tiba saja mengalun lembut ditengah pekatnya malam. Suara nyanyian merdu menjadi pengiring dua insan yang sedang saling tatap dengan posisi begitu intim. Deru napas sang laki-laki menerpa lembut pada sisi pipi kiri sang gadis. Keduanya seolah terhipnotis dengan tatapan satu sama lain. Dengan gerakan perlahan, sang laki-laki memulai aksinya. Mengusap lembut pipi sang gadis. Lalu menyatukan tangan kirinya dengan tangan kanan sang kekasih. Penyatuan itu seolah membingkai wajah perempuan yang berada di bawahnya. "Ternyata laki-laki itu bodoh, bisa menyakiti perempuan secantik lo ini." ungka

