Bermalam Berdua

1441 Words

Kita tidak perlu memahami sejuta wanita. Cukup pahami satu wanita dengan sejuta cara. Lampu kamar hotel yang tadinya gelap gulita, kini sudah terang menderang. Elva yang berjalan lebih dulu kembali terpukau akan kerapihan yang ada di dalam kamar hotel tersebut. Gadis itu yakin bukan pekerja hotel yang membereskan semuanya. Karena setahu Elva, pekerja yang bertugas membersihkan kamar hotel VIP room tidak akan sampai detail merapikan bingkai-bingkai foto si penyewa kamar. Sedangkan ini? Semua rapi, bersih, harum dan bisa memanjakan mata. Barisan bingkai-bingkai tersusun rapi sampai menimbulkan rasa penasaran dalam diri Elva. "Mau minum apa?" seru Dimas. Elva tersentak kaget. Terlalu fokus akan foto-foto tersebut, tanpa sadar dia tidak sendiri di dalam kamar ini. "Gue minum kopi boleh,"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD