“Tumben pagi-pagi sudah turun gunung, Ra?” tanya Ayu, saat melihat Tiara telah berdiri di depan pintu pagar rumahnya. “Aku ada perlu sama kamu, Yu!” seru Tiara. Kemudian membuka pintu pagar, dan bergegas menuju teras rumah semi permanen bercat biru muda itu. “Perlu apa sih, Ra? Sepertinya penting sekali.” ujar Ayu, seraya mempersilakan Tiara duduk di kursi kayu yang ada di teras rumahnya. “Kamu masih suka bertemu dengan teman yang bisa menyalin dokumen penting itu nggak, Yu?” tanya Tiara. “Masih, Ra.” jawab Ayu. “Memangnya kenapa, Ra?” tanyanya kemudian. “Kira-kira dia juga bisa menyalin sertifikat tanah tidak ya, Yu?” lagi, Tiara bertanya. “Sepertinya, semua dokumen dia mah bisa. “Ayu kembali menjawab.”Memangnya sertifikat tanah siapa yang mau kamu buat replikanya, Ra?” “Punya ibu

