"Terkadang ada waktu dimana aku ingin berhenti dan pergi. Namun aku sadar, bahkan saat aku disana pun aku seperti tak ada." Syafa *** Razan hanya menatap sang adik datar. Ia siap menerima kemarahan Hafna. Ia tahu ia salah karena sudah membuat wajah Gufran babak belur. Memang seharusnya Razan tak menghajar adik iparnya itu. Namun sisi iblis dalam diri Razan keluar saat berhadapan dengan Gufran kemarin. Kebencian nya pada Gufran sudah sangat besar. Bagiamana tidak, pria yang selama ini percaya bisa menjaga adik kesayangannya dengan baik, ternyata adalah pria yang sama yang menyakiti sang adik. "Nana kecewa sama aa'." Jangan tanya Hafna tahu dari mana bahwa Razan lah pelakunya, karena tak ada yang membeci Gufran saat ini selain abang kandungnya sendiri. Ditambah lagi Razan tipekal pria

