“kekuatan ku adalah kamu, senyum mu, mata mu, semua yang ada pada dirimu." Syafa **** Hujan telah reda bersamaan dengan langit yang telah berubah warna menjadi gelap. Tak ada bintang, tentu saja. Awan gelap di atas sana masih tampak pekat mendominasi. Sepertinya hujan belum lelah untuk jatuh. Mungkin tengah malam nanti mereka akan datang lagi menyerang bumi. Meski tiada Bintang, Syafa masih setia menengadahkan kepala menatap langit. Baginya langit kali ini begitu pas dengan suasana hati nya, berduka. Air mata Syafa memang telah mengiring, namun ia tak bisa menyembunyikan mata nya yang kini ia yakini terlihat membengkak. Entah berapa lama ia menangis. Bahkan Syafa tak tahu pukul berapa sekarang. "Syafa?" Merasa terpanggil Syafa mengalihkan pandangan nya ke sumber suara. Disamping

