Wanita itu dianugerahi dengan rasa malu agar ia senantiasa terjaga **** Gufran benci situasi ini. Ia tak ingin kejadian ini masuk kedalam kisah hidupnya. Tak pernah terbesit oleh Gufran untuk melihat aurat wanita selain Hafna. Tak pernah sedikit pun ia membayangkan akan berada satu kamar dengan wanita lain selain Hafna. Ya Rabbi. Ini sulit bagi Gufran. Ia tak pandai menjaga dua hati dalam satu ikatan. Ia takkan pernah bisa berlaku adil. Ia rasanya takkan pernah bisa menerima Syafa dalam kehidupnya. Gufran keluar dari kamar mandi setelah berhasil mengotrol diri. Ia berusaha mengabaikan Syafa disana, yang saat ini tengah duduk di ujung ranjang. Pria itu lebih memilih berjalan kemeja kerjanya. Pura-pura menyibukan diri agar tak bertatap muka dengan Syafa. "Mas..." "Wanita itu harus

