"Aku harus bagaimana lagi untuk mencairkan bekunya hubungan kita?" Syafa **** Dua insan tengah tenggelam dalam suasana canggung. Sudah dua jam Syafa dan Gufran saling diam. Hanya TV yang sibuk bersuara sedari tadi, menampilkan sinetron yang sengaja Syafa pilih untuk memancing protes dari pria disampingnya. Tapi tidak, chanel apapun yang Syafa ganti tetap tidak berpengaruh bagi Gufran. Pria itu hanya duduk menatap layar TV sambil sesekali meminum kofee nya. Syafa jengah, sungguh. Ia berharap Gufran bertanya satu dua hal padanya. Menanyakan bagaimana harinya, apa saja yang ia lakukan dirumah selama Gufran di kampus atau menanyakan apa ia betah dirumah ini. Namun naas, pertannyaan itu hanya tumbuh dan berkembang dalam harapan Syafa. Tak ada kemajuan apapun dalam hubungan mereka. Bahkan

