Sam masih tak bisa memejamkan matanya. Kala sudah tertidur karena obat penahan rasa sakit yang dia minum barusan. Ponselnya bergetar. [Pertahankan posisi] Seketika Sam menegang melihat pengirim pesan itu. Dia menghapusnya dengan cepat. Dia menatap laki-laki yang menawan hatinya semakin jauh itu. Interaksinya dengan Kala beberapa hari belakangan, semakin membuat hatinya tak karuan. Berbagai rasa menyelusup dan membuatnya terkejut dengan berbagai hal baru. Sam mengelus kepala Kala lembut. Membelai helaian rambut itu dengan jemarinya. Rasa yang muncul entah kapan tepatnya, membuatnya gamang. Dia mengecup kening Kala dan mengusapnya. Perasaan yang datang ini tak bisa disalahkan, dia akan menikmatinya selagi bisa, dan akan membiarkannya pergi bila sudah saatnya. Dia kemudian mencoba meme

