“Aku ... aku hanya merasakan sesuatu mengganjal saat tidak melihatmu,” kata Kala kebingungan mencari kata yang tepat. “Maksudnya?” Sam mencoba meredam degup jantungnya yang berdetak dua kali lipat. “Hm ... bagaimana aku harus menjelaskannya?” Kala menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mereka kemudian berdiam, tak mengatakan apa pun. Bergelut dengan perasaan masing-masing. Mencoba mengalihkan perhatian mereka dengan saling membuang muka. Andika melihat mereka dari kejauhan dengan menahan tawa. Rasanya seperti melihat dua remaja yang sedang berusaha menyatakan cinta dan malu-malu. “Aku –-.” Keduanya memalingkan wajah dan terlihat salah tingkah. “Aku hanya ingin tahu, apakah aku sedang jatuh cinta padamu,” desis Kala. Sam tersedak air liurnya sendiri, terbatuk-batuk dan menatap Kala ta

