Chapter 2

1215 Words
Selamat membaca dan semoga suka Luke POV Setelah selesai dengan pekerjaan ku, aku bergegas pulang kerumah untuk menemui istriku yang sangat manis itu, oh aku seperti sudah gila karena tersenyum sendiri hanya memikirkannya saja " Ohh sayang kau membuatku gila " Selama aku selalu memikirkannya apa yang dia lakukan dia tidak kabur kan ? Pokoknya pertanyaan seperti itu selalu hinggap di otak ku. Tak lama mobil pun sampai di mansion ku, aku bergegas memasuki rumah untuk menemui orang yang sangat aku rindukan yaitu istriku "Sayang ... Kamu dimana " aneh kok tidak ada jawaban aku pun bertanya kepada nancy " Nancy dimana istriku ??? " Dengan menunduk dia menjawab " Nyonya ada ditaman tuan " aku pun bergegas menemui nya Betapa leganya aku ternyata dia masih disini dan tidak meninggalkanku. Akupun menghampiri nya lalu memeluk nya dari belakang aku merasakan tubuhnya menegang. " Kau membuatku kaget " dengan muka marah setelah melihat siapa yang memeluk nya ini " Maaf sayang hehehehe apa yang kau lakukan disini sayang ? " Sembari mencium kening nya dan membenarkan rambutnya yang terbang karena angin " Aku hanya bosan di kamar jadi aku memutuskan ke taman ini setelah bertanya pada nancy " aku pun hanya mengangguk " Kau belum menjelaskan siapa dirimu " " Oke aku akan menjelaskan nya tapi tidak disini ayo ikut aku " ucapku menarik pinggang nya lalu berjalan " Lepaskan tangan mu dari pinggang ku apa kamu tidak malu ? " tanyanya dengan muka kesal " Kenapa harus malu lagipula kamu istriku baby " sembari menyubit hidung nya " Menyebalkan " umpatnya dengan suara yang sangat kecil tapi aku masih bisa mendengarnya " aku bisa mendengarnya sayang jadi jangan suka mengumpat itu tidak baik " ucapku lalu menarik pinggangnya selama berjalan Akhirnya aku sampai di kamar lalu aku menyuruhnya untuk duduk di sofa yang terletak di sebelah tempat tidur kami Dia duduk di sofa sedangkan aku duduk di lantai lalu dibalas dengan.. " Hai kenapa duduk dibawah ini rumah mu kamu duduk diatas dong " ucapnya dengan marah " Tidak sayang sebelum kamu berjanji " ucapku dengan memohon dan masih menumpukan lututku di lantai sembari menggemgang tanganya " Kamu kenapa sih aku merasa tidak enak nih ?? " " Berjanjilah sayang untuk tidak pernah meninggalkan ku dan kabur dariku " ucapku dengan sangat memohon " Eh.. " sambil membolakan matanya " Aku mencintaimu sangat mencintaimu makanya aku langsung menikahimu ketika kamu tertidur adalah agar aku bisa memilikimu seutuhnya " jelasku panjang lebar " Tapi kamu kenapa melakukan ini " tanya nya dengan raut wajah sedih Apa yang kamu pikirkan apa segitunya kamu tidak mau selalu di samping ku dan menjadi istriku ? " Apa kamu tidak mau menikah dengan ku ? Apa segitu nya kamu tidak mau menemani ku ? Ucapku dengan memandang lekat matanya " Bukan begitu aku... " lalu mengeluarkan air mata " Please sayang jangan menangis itu menyakiti ku, aku kenapa sayang ?" ucapku sembari menghapus air matanya " Hanya saja aku masih belum ingin menikah banyak yang masih harus aku lakukan " ucapnya menunduk " Apa yang ingin kau lakukan sayang ? Maaf aku melakukan ini supaya kau tidak meninggalkan ku itu saja " aku mengangkat dagunya untuk menatap ku Dia hanya terdiam tanpa mengucapkan apapun mungkin dia belum bisa menerima semua nya, aku mengerti gadisku sedang kebingungan akupun menariknya kedalam pelukanku dan menenangkannya " Maaf bila kata kata ku menyakitimu , aku...hiks.... mo...mohon maaf " ucapnya sesenggukan " Udah sayang aku yang seharusnya minta maaf karena aku terlalu mencintaimu " Lalu mencium puncak kepala nya tak lama kemudian aku melihat dia mendengkur halus, aku melihat wajahnya dan mengingat kejadian itu. Flashback on Semilir angin berhembus menerbangkan bunga bunga yang bertebaran untuk menandakan musim semi, musim semi adalah musim yang sangat di idamkan karena di musim semi itu lah ada kehangatan Seharusnya aku merasa hangat dengan kedatangan musim semi ini tapi kenapa aku selalu seperti ini ? Hidup ku tidak memiliki tujuan yang bisa kulakukan adalah hanya bekerja saja Orang tuaku telah meninggalkan aku ketika aku masih umur 6 tahun karena kecelakaan, dan sejak itulah aku menutupi diriku dengan kerja dan kerja Terkadang aku berpikir apa aku tidak bisa mendapatkan satu orang wanita yang bisa menemani ku yang kesepian ini ? Bukan nya aku tidak bisa mendapatkan wanita hanya saja mereka hanya menginginkan harta dan wajah ku saja tidak dengan hatiku dan itu membuatku muak sehingga aku menutup diriku dari yang semacam itu Selama 30 tahun lebih aku tidak pernah merasakan yang namanya pacaran dan itu tidak pernah terpikirkan olehku Kadang kala juga aku berpikir apa aku ditakdirkan untuk sendirian ? Tetapi semua itu berubah ketika aku pertama kali melihatnya yang tersenyum hangat sehangat musim semi dan matanya yang memancarkan kasih sayang ke semua orang terutama anak-anak Aku begitu tertarik padanya di awal aku bertemu dengannya di sebuah toko bunga ketika aku ingin membeli bunga untuk peringatan kematian kedua orang tuaku dia juga membeli bunga untuk seseorang Awalnya aku curiga dia membeli bunga untuk kekasihnya ternyata dugaan ku salah, ketika aku ingin masuk ke dalam mobil aku melihat ia sedang memberikan bunga yang tadi ia beli untuk seorang anak kecil Aku terus melihatnya dan mengikutinya ternyata dia tinggal di salah satu flat yang sangat sederhana. Sekarang aku tahu tempat tinggalnya dan itu membuatku lega. Keesokan hari nya aku pun menjalani rutinitas ku seperti biasa, ketika aku mampir di sebuah cafe aku melihatnya dia cafe itu seolah olah takdir menuntut ku untuk bertemu dengannya Aku melihatnya dengan wajah sedihnya ? Apa yang ia pikirkan sehingga terlihat begitu sedih ? Biasanya aku tidak pernah peduli dengan urusan orang tetapi entah kenapa gadis ini membuatku seperti bukan diriku sebelum nya dan ketika melihat wajahnya jantung berdetak lebih cepat Ia menelungkupkan kepala nya si tanganya dia begitu frustasi, ketika aku ingin menghampiri nya telepon ku berdering Ck.. menyebalkan Ternyata telepon itu dari asisten ku yang menyuruhku untuk segera tiba di kantor karena meeting akan dimulai Aku pun memutuskan untuk menghadiri meeting terlebih dahulu tapi aku akan mencari tau informasi tentang dirinya Beberapa jam kemudian setelah meeting selesai aku memutuskan untuk menemui asisten ku untuk mencari tau informasi tentang gadis itu Ohh aku sungguh tertarik dengannya, entah kenapa ia membangkitkan sisi mengklaim untuk menjadikan ia milikku Tak lama kemudian asistenku memberitahu tentang gadis itu yang dikirim melalui email aku pun segera membukanya Tenyata ia bernama Annastasya yang berkebangsaan Indonesia pantas mukanya begitu Asia dengan bola matanya yang hitam dan kulitnya yang putih bersih Dia kesini bersama temannya yang tinggal bersamanya disini ,dia bekerja disinu dan membangun masa depan suoaya lebih baik nya ternyata ini seperti takdir ia mencari masa depannya dan aku juga Dia bekerja di sebuah kantor cabang perusahaan ku ohh apakah ini pertanda ? Akupun lanjut membacanya dan disini lah memang aku harus memiliki nya ia mempunyai tanggung jawab terhadap keluarganya yang di Indonesia untuk menyekolahkan adik-adiknya dan menafkahi orang tuanya . Ohh dia begitu mandiri dan aku akan memastikan dia sebagai istriku agar dia menjadi milikku seutuhnya Dengan berjalan waktu aku bertemu lagi dengannya di sebuah mini market dia membeli berbagai kebutuhannya tapi lagi lagi dia membuat ku semakin jatuh hati padanya ia membelikan beberapa buah roti lalu dibagikan ke anak anak dan tuna wisma yang ada di sekitar jalan itu Ohh betapa baiknya dia Akupun memutuskan untuk memilikinya. Please vote & comment !
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD