Chapter 3

1382 Words
Happy Reading Annastasya POV Aku memikirkan kejadian kemarin kenapa dia melakukan ini kepadaku ? Dan kenapa harus aku ? Apakah ini takdir ? Selama saharian ini yang kulakukan hanyalah termenung dikamar ini dengan memikirkan apa yang terjadi di hidupku Aku telah menyusun semua hal yang ingin aku lakukan selama disini tapi dia merubah nya demi kepentingan dia sendiri Aku bisa saja sih melawan nya lalu meninggalkan nya tapi sisi baik dalam diriku menyuruhku untuk selalu disamping nya menemani pria yang kesepian itu Aku mengingat bahwa pria itu kesepian adalah ketika nancy bilang bahwa pria itu selama umur 30 tahun lebih dia selalu sendiri tanpa tawa dan senyum nya karena masa lalunya Dan juga ketika pria itu memohon kepadaku dengan menekuk lututnya untuk memintaku jangan meninggalkannya, padahal dia itu seorang pria yang bisa dikatakan sempurna dengan wajahnya yang sangat tampan dan mapan tetapi kenapa dia sampai memohon seperti itu kepadaku Aku hanya tidak habis pikir apa yang aku lakukan dimasa lalu hingga begitu di cintai oleh nya Dan sekarang aku sedang dilema apa yang harus aku lakukan ? Aku ingin menemui temanku dan menceritakannya tapi aku ngga bisa keluar rumah apalagi sendirian bisa saja aku kabur tapi aku tidak ingin mendapatkan masalah apalagi disini banyak sekali penjaga yang pasti akan menghalangi ku Jadi aku memutuskan menunggu pria itu untuk meminjam handphone nya. Luke POV Setelah kejadian tadi malam aku merasa bersalah padanya apalagi ketika air matanya yang mengering ketika aku bangun pagi. Aku pun mencium kening nya lalu berjalan ke kamar mandi Setelah selesai mandi aku melihat gadisku masih tertidur dengan damai mungkin dia lelah karena menangis lama tadi malam.aku hanya berharap ia mengerti diriku. Tapi kemungkinan dia akan meninggalkan ku sangat besar walaupun aku adalah suaminya tetapi dia tidak mencintaiku Selesai memakai pakaian kerjaku aku menghampirinya " Sayang maafkan aku, aku melakukan semua ini karena aku terlalu mencintaimu " merapikan rambutnya yang ada disekitar pipinya " Aku berharap semoga kau bisa melihat cintaku dan membalas cintaku, aku pergi dulu istriku " gumamku di telinganya lalu mencium kening nya lama Setelah sampai di kantorku aku disibukan dengan berbagai macam berkas yang menumpuk dan meeting yang akan dilaksanakan dalam beberapa jam ke depan Tak lama kemudian Jam istirahat pun telah tiba aku langsung menghubungi nancy untuk menanyakan kabar istriku " Nancy bagaimana kabar istriku ? Apakah dia sudah makan ? " Jelasku panjang lebar " Iyaa tuan tadi nyonya sudah sarapan dan setelah sarapan nyonya langsung ke kamar lagi " " Ohh yasudah " sembari menutup telepon Ada perasaan lega ketika ia makan dengan teratur dan masih berada di rumahku. Ketika aku sedang memeriksa beberapa berkas yang siap ku tanda tangani asisten ku Tom datang membawakan informasi tentang istriku " Maaf tuan menganggu " dengan wajah menunduk " Katakan ada apa ? " Aku mendongak menatap wajahnya dan menyimpan pulpen yang aku pegang " Ini informasi tentang istri anda, semua nya sudah saya lengkapi " dan memberikan berkas itu kepadaku " Oke terima kasih " dia pun membungkuk pundak nya lalu berlalu pergi dari ruang kerjaku Aku pun membuka file itu dan disitu terdapat informasi yang belum ketahui tentang istriku Di berkas tersebut aku mendapatkan informasi tentang gadisku bahwa ia kesini datang ke jerman memang impian nya sejak kecil dan apa kah ini takdir ? Dan masih banyak informasi lainnya Tak terasa sekarang sudah jam 5 sore aku pun memutuskan untuk pulang menemui istriku tercinta Ohh sepertinya hanya aku saja deh yang merindukan nya. Sayang tunggu aku akan pulang sebentar lagi . Akupun menaiki mobil dan ketika di perjalanan aku melihat ada sebuah toko muffin yang sangat terkenal enaknya dan aku memutuskan untuk membeli karena aku tau kesukaan gadisku itu salah satunya muffin Dan ketika aku masuk banyak tatapan para wanita yang membuat ku risih sampai ada yang terang terangan menggoda ku. Jangan harap aku tergoda aku hanya milik istriku. Kataku dalam hati tanpa memperdulikan mereka. Dan sampai aku ingin memesan muffin nya kasirnya bertanya dengan tatapan menggoda yang membuat ku muak. " Apakah ini buat ibu anda ? " Sambil mengerlingkan matanya " Bukan ini buat istriku " kataku sambil menekan kata istriku yang membuatnya terkejut.setelah selesai membeli aku langsung keluar Hah menyebalkan toko itu membuatku muak saja dengan para perempuan nya. Ohh sayang semoga kau tidak begitu ya ? Harapku pada kesayanganku itu Aku pun memasuki mobil dan berjalan menuju rumahku tak lama kemudian aku pun sampai di rumah. Ketika sampai di rumah aku langsung menemui istriku yang berada di kamar yang aku ketahui dari salah satu pelayan Aku membuka pintu kamar dan aku melihat istriku sedang membaca novel yang aku sediakan untuknya barangkali dia bosan di rumah ini jadi aku menyiapkan beberapa novel untuknya Ketika aku berjalan dia belum menyadari kedatanganku dan ketika aku sudah sampai didepannya aku langsung membawa tubuhnya kedalam pelukanku dan mencium puncak kepalanya " Kau mengabaikan ku sayang , aku tidak suka " lalu melepaskan pelukanku " Ohh maaf aku tidak mendengar suara pintu terbuka tadi karena aku fokus baca novel " katanya menunjukkan novel yang sedang dibacanya " oke aku maafkan ini tadi aku beli muffin kesukaan mu sayang " " Bagaimana kamu tau kalo aku suka muffin ? " Dengan raut wajah bingung " Aku tau semua tentang mu sayang, ayo dimakan " memberikan muffin yang tadi kubawa Dia pun membukanya dan memakannya satu persatu " Kamu tidak makan ? " Tanya nya dengan masih mengunyah " Tidak ini untuk mu sayang " kataku dengan membersihkan sisa muffin yang ada di sekitar bibirnya " Ohh baiklah " dan lanjut memakan muffin nya " Sayang aku mandi dulu yaa , habiskan muffin nya " Lalu berjalan ke kamar mandi dan menjalankan ritual mandiku Setelah selesai mandi aku keluar dan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangku, aku pun menghampiri nya yang sedang minum dan memanggil namanya "Sayang sudah selesai makannya ?" Byurr Dia mengeluarkan air yang sudah diminumnya dan membuatnya tersedak dan batuk batuk Aku pun duduk disampingnya sembari mengelus punggung nya dan berkata " Sayang hati hati dong kalo minum "ucapku dengan marah karena aku tau tersedak itu sangat tidak enak " Ya kamunya pake baju dong aku malu " dengan menutup matanya dengan kedua tangannya " Ohh maaf sayang aku tidak tahu oke aku akan pakai baju " aku pergi ke walk in closet untuk memakai baju Aku hanya memakai baju polo warna putih dan celana pendek warna hitam. Setelah selesai menggunakan pakaian aku bergegas menemui istriku dan melihatnya sedang melamun " Hai sayang apa yang kau pikirkan " lalu duduk disampingnya " Aku.. " dengan muka ragu ragu " Aku kenapa sayang ? " Aku menatap matanya lekat dan ia menunduk " A..aku..in..gin pulang " jawabannya membuatku emosi tapi aku harus menahannya " Ini rumah mu sayang " jawabku padanya dengan mengangkat dagunya untuk menatap ku " Bukan ini bukan rumahku ini rumahmu " " Tapi kau istriku jadi ini adalah rumahmu " jelasku padanya dengan memegang pundaknya " Yasudahlah terserah kamu " katanya lalu tiduran disofa dan membelakangi ku " Hai sayang maafkan aku tapi ini rumahmu" ucapku berbisik di telinga nya " Ihh geli tau " dengan wajah cemberut nya Ohh Tuhan betapa lucunya dia gerutuku dalam hati sambil terkekeh " hai sayang jangan marah aku ngga bisa jauh dari kamu " membangun kan nya untuk duduk kembali dan menatap mataku " Aku tidak akan marah kalo kamu mau mengabulkan 1 permintaan ku " " Okee asal bukan meninggalkan ku akan aku turuti " " Aku ingin meminjam handphone mu karena aku ingin menghubungi temanku dan orang tuaku , boleh ? " " Ohh baiklah " aku bernafas lega karena permintaan nya tidak aneh aneh. Lalu aku mengambil handphone dan memberikan padanya " Ohh ya aku ingin bertanya apa kamu sudah makan malam sayang ? " " Susah tadi siang " ucapnya dengan sibuk ke handphone untuk mengetik sesuatu entah apa itu " Sayang kan aku sudah bilang makan yang teratur nanti kalo kam...mphtttt " ucapku tertahan karena tangan mungil nya membekap mulutku untuk berhenti bicara " Aku menunggu mu pulang " ohh jawabannya barusan membuatku senang " Baiklah akan aku ambilkan " ucapku dan mencium pipi kanan dan kirinya lalu berlalu meninggalkan nya Setelah keluar kamar aku mendengar nya menjerit dan mengumpat diriku yang mencium seenaknya dan itu membuatku tertawa Sayang kau benar benar merubahku Please vote and comment !
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD