Chapter 4

1529 Words
Happy Reading ! Annastasya POV Ketika aku sedang asik membaca novel aku merasakan seseorang membawaku ke dalam pelukannya dan mencium puncak kepalaku, siapa lagi kalo bukan pria tampan itu. Dia tidak suka diabaikan olehku dengan mukanya yang manja, sungguh kekanakan, tapi itu sangat lucu melihat wajah merajuknya Setelah pulang dari kantor dia membawakan beberapa muffin yang dibelinya di toko dekat kantornya sebelum pulang tadi Aneh bagaimana dia tau kalo aku suka muffin. Mengerikan Dan diapun izin untuk mandi dan ketika aku sedang enaknya makan muffin lalu minum dia memanggilku Aku mengeluarkan minumanku dan membuatku tersedak karena melihatnya yang begitu menggoda dengan perutnya yang eight pack dan dadanya yang bidang karena dia hanya menggunakan handuk yang ada di pinggulnya Aku tersedak dan dia marah, heyyy ini bukan salahku ya salahmu juga kenapa tiba tiba nongol dengan keadaan begitu tapi aku tidak berani mengatakannya Lalu aku menyuruhnya untuk pakai baju ketika dia pergi aku memikirkan apa yang harus aku lakukan ? Aku ingin bekerja untuk orang tuaku tapi aku ngga bisa keluar dari sini karena pria itu Dia tidak main main ketika mengatakan kalo aku istrinya bukti nya adalah cincin yang ada di jari manisku dan bukti surat nikah yang sah ! Apa yang harus aku lakukan ? Masa aku meminta cerai, itu tidak mungkin karena aku adalah tipe orang yang ingin menikah seumur hidup sekali dan juga banyak orang yang memintaku untuk menemani pria itu Tapi kalau aku berdiam diri seperti ini saja aku tidak bisa memenuhi janji ku pada orang tua ku. Andai aku bisa menemui temanku mungkin ia bisa memberiku solusi Ketika aku sedang asik melamun aku dikejutkan oleh nya aku hanya melihat nya lalu ia duduk di samping ku Aku mulai memberanikan diri untuk meminta pulang dia langsung menahan emosinya dan bilang bahwa ini juga rumahku Aku pun merajuk kepada nya dan duduk ku ubah menjadi membelakangi nya diapun langsung meminta ku untuk tidak marah dan dia seenaknya berbicara di telingaku yang membuatku geli Dia terkekeh ohh lihat betapa tampannya dia ketika sedang tertawa. Dan aku memanfaatkan keadaan dalam situasi ini tapi dia bilang asal tidak meninggalkan nya akan dia turuti semuanya Hell, pria ini benar-benar yaa. Aku memintanya untuk meminjamiku handphone Diapun memberikan handphone nya kepadaku dan aku pun mulai mengetik sesuatu tetapi ketika aku sedang mengetik dia bertanya apa aku sudah makan lalu aku jawab sudah tadi siang Lalu dia berceramah langsung saja ku tutup mulutnya dengan tanganku dan berkata aku menunggunya tak ku sangka dia begitu senang dan sebelum dia meninggalkan ku untuk mengambil makan dia mencium pipi kanan dan kiriku Aku pun berteriak mengumpat nya ketika ia sudah keluar dari kamar ini Selalu seenaknya. Setelah itu aku memutuskan untuk menelpon temanku yaitu Gita dan telpon ku terhubung " Hallo git ini aku Anna " ucapku setelah tersambung dengannya " Hai Lo kemana ajaa gue udh frustasi nyari lo, gue hampir mau gila tau ngga nyari lo. Sebenernya Lo kenapa ? " dia marah aku bisa mengerti " Maaf gue ngga bisa jelasin di telpon karena ceritanya panjang dan tidak masuk akal " " Maksudnya ngga masuk akal ? " Tanyanya bingung " Yaa gue ngga bisa jelasin lewat telpon, nanti gue bakal kasih tau Lo kok " " Lo udh kasih tau kabar orangtua gue kan ? " " Iyaa udah orang tua Lo sehat kok dan katanya transferan sudah masuk soalnya buat sekolah adik Lo kan.? " Jawabannya membuatku bingung " Sumpah gue ngga ngerti maksudnya ? " Tanyaku dengan bingung " " Iyaa Lo udh transfer orang tua lo bulan ini " Dan ketika aku ingin menjawab pertanyaan temanku dia datang dengan nampan yang berisi makan malam ku " Sayang ayo makan dulu " aku hanya melongo " An maksudnya sayang? siapa itu ? " Tanya temanku penasaran " Aku tutup dulu yaa nanti aku telpon lagi. Bye " ucapku sambil mematikan handphone dan memberikan padanya kembali Ketika aku ingin memberikan handphone nya dia menolak " Tidak sayang ini untuk mu " " Benarkah ????" Aku sangat senang " Tapi handphone ini sudah aku lengkapi jadi apa yang kamu lakukan di handphone ini aku bisa tau " " Baiklah " jawabku dengan lesu " Ayo sayang makan, sini aku suapi " ucapnya dengan menyendokan makanan kearahku " Aku bisa sendiri " dan langsung ditolak olehnya " Tinggal buka mulutmu saja oke " perintahnya dan akupun hanya menurut. Tak lama makan ku habis dengan dia yang setia menyuapiku. Ketika makanan sudah habis lalu aku disuruh minum dan mengganti pakaian ku menjadi baju tidur. Setalah selesai memakai pakaian tidur aku menghampiri nya " Lu...ke " ucapku gugup dan dia langsung mendongak menatapku dan aku langsung duduk di sampingnya " Iyaa ada apa sayang ? " Jawabnya dan menaruh tab nya lalu menatapku " Aku besok mau menemui temanku apakah boleh ? " Ucapku takut takut dia menolaknya " Pria atau wanita ? " Tanyanya mengintimidasi " Wanita kan dia temanku " jawabku meyakinkannya " Tapi aku besok ada meeting penting sayang " ucapnya dengan lesu " Memang nya kenapa ? " " Aku tidak bisa menemani mu " heol jawabannya itu membuatku gila siapa juga yang memintanya menemaniku tapi itu hanya ada di dalam hatiku saja " Tapi aku akan menyuruh beberapa penjaga untuk mengawasi mu supaya kamu tidak kabur " Apa maksudnya ???? " Tap...." Ucapku langsung dipotong olehnya " Aku tidak menerima penolakan kalo kamu ngga mau ya sudah kamu tidak boleh keluar " " Baiklah tapi penjagamu jangan terlalu dekat bisa bisa temanku tidak nyaman yaa. Please " ohh apa yang ku lakukan aku mengeluarkan jurus puppy eyes ku " Ohh sayang kau membuatku gemas " katanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku. Ohh ini bahaya! " Aku mau tidur " ucapku sebelum kejadian selanjutnya terjadi "Kau sudah mengantuk sayang ? baiklah ayo tidur " ajaknya mengajakku ke tempat tidur Setelah sampai di tempat tidur di menidurkan ku lalu dia juga ikut berbaring di sebelahku. " Ayo sayang tidur kan besok mau pergi " ajaknya lalu menarik ku kedalam pelukannya dan menjadikan tangan nya menjadi bantal sehingga wajahku menabrak dada bidang nya. Aku malu sekali " Apa ini tidak terlalu dekat ? " Tanya ku sambil menatap dadanya tanpa berani melihat wajahnya karena wajahku sekarang sudah memerah " Aku hanya ingin memeluk istriku saat aku tertidur saja, ayo sayang tidur " ucapnya sembari mengelus puncak kepalaku dan membuatku lama mengantuk dan kegelapan menyusul ku. Luke POV Betapa aku sangat bahagia dia sudah mulai terbiasa denganku walau hanya sedikit sedikit tapi itu membuatku tidak menyerah Dia meminta izin ku untuk menemui temannya tapi aku agak ragu kemungkinan dia kabur juga besar Tapi aku ingin memberikannya pengertian bahwa aku memang mencintainya dan juga dia sudah berapa hari gadisku tidak keluar rumah, aku tau itu sangat membosankan tapi aku lakukan semua ini agar dia tidak pergi dari ku itu saja Aku memeluknya Sambil tertidur awalnya dia menolak karena malu tapi aku paksa dan dia menurut tak lama tertidur setelah aku mengelus-elus kepalanya Kaya nya istriku ini kecapean dehh. Aku mengambil handphone untuk memberikan tugas kepada penjaga untuk mengawasi istriku besok Sebelum tidur aku mencium kening nya dan puncak kepalanya lalu aku ikut terlelap semabri memeluknya erat Tak terasa sudah pagi sudah menyapa, aku pun membuka mataku dan tidak mendapati istriku. Kemana dia ? Tak lama kemudian aku melihatnya keluar dari walk in closet dengan pakaiannya yang sudah rapi " Ck kok baru bangun sih ? " Gerutunya sambil duduk di sofa Aku pun menghampiri nya " Kau tidak membangunkan sayang " ucapku dengan menyium kening nya " Baiklah aku mandi dulu dan lebih baik kau sarapan dulu sayang " perintah ku padanya dan di menurut Setelah ia keluar aku langsung menjalankan ritual mandiku tak lama aku mandi dan aku langsung memakai pakaian kantorku Jika saja tidak ada meeting aku ingin menemani gadisku untuk jaga jaga saja sihh sebenernya. Oh ya aku lupa membawa tas untuk istriku kan dia mau pergi barangkali dia mau beli sesuatu Setelah selesai memakai pakaian aku langsung ke meja makan untuk menemui nya Ketika aku sudah sampai dia tidak menyadari keberadaan ku dan itu membuatku gemas langsung saja aku mencium pipinya yang di hadiahi muka kesalnya " Ihh malu tau ada nancy dan lainnya " dan aku hanya terkekeh lalu duduk untuk makan " Ayo sayang makan " dia pun hanya mengangguk. Ketika aku makan aku merasa dia hanya melihat ku saja " Hei kenapa tidak makan sayang ? Kamu harus makan aku tidak mau kamu kenapa-napa atau mau aku suapi ? " Tawarku padanya dan langsung " Tidak aku bisa sendiri " Setelah makan aku langsung memberinya tas yang berisi dompet dan hp nya yang kusediakan untuknya. " Nih sayang tas mu dan kamu bisa menggunakan kartu yang ada di dompetnya untuk membeli sesuatu dan hp mu juga ada di dalamnya" jelasku padanya " Baiklah terima kasih " ucapnya dengan tersenyum manis " Ayo sayang aku antar kamu " sambil menarik pinggangnya dan diapun hanya memutar bola matanya Dan sampai di parkiran aku membukakan pintu mobil untuknya setelah dia masuk aku pun menyusulnya Setelah masuk aku menyuruh supir untuk menjalankan mobilnya dan didalam mobil aku hanya menatapnya kapan lagi aku bisa menatapnya seperti ini karena pekerjaan ku yang menumpuk.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD