Leona tersenyum miring mendengar jawaban Kenzie. Jantungnya semakin berdebar-debar. Aliran darah semakin memanas. Kenzie semakin dalam menatap wajah Leona.Gadis itu sejenak salah tingkah, tersipu malu dan wajahnya merah merona. "Ken, gue ... gue pengen ngomong dulu. Sebentar." Leona berucap terbata-bata ketika tangan Kenzie berusaha menelusup ke dalam selimut, memegang paha istrinya. Kenzie menarik napas panjang, duduk bersandar. Berusaha menetralisir perasaan dan hasratnya. "Mau ngomong apa?" Leona melirik, bibirnya maju beberapa centi. "Ken, gue ... gue gak bisa lakuin malam ini. G-gue pengen, kita ngelakuinnya sama-sama udah cinta. Kalau sekarang kan, perasaan kita hambar. Sayang juga, cuma sebatas sahabat. Jadi, gimana ya? Kayaknya kurang ... kurang gimana ya? Ya pokoknya, tund

