Semua manusia memiliki pilihan. Baik. Buruk. Yang mana pun di antara pilihan yang ditawarkan, manusia harus berjudi dengan takdirnya. Tidak ada yang namanya tak mampu memilih. Adapun yang manusia lakukan hanyalah memilih mana yang paling mungkin mereka lewati. Dan seperti itulah Ana saat ini. Gadis itu tak mengerti ... ia tak ingin mengerti. Yzak mendatangi Ana, dan pria itu berkata, "Kau akan menikahi raja muda." Saat itu rasanya kedua sayap milik Ana dicabut paksa. Segala kehendak bebasnya dikebiri. Gadis itu hanya diberi dua pilihan dan sayangnya keduanya mendatangkan derita. Ana menangis, memohon Yzak menolak lamaran tersebut. Ia tak ingin tinggal di sangkar emas. Ia tahu keburukan orang-orang istana memperlakukan bawahan. Seberapa keras Ana mengiba, sang ayah tak menunjukkan tanda
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


