DUA PULUH SEMBILAN

1243 Words

Berkat bantuan dari seorang pelayan, Noa berhasil menemukan kamar tamu yang diperuntukan bagi calon kesatria. Di dalam sana Noa mendapati keberadaan Samuel dan Kiva, sontak pemuda berambut pirang itu langsung menyapa Noa. “Hei,” katanya sembari menepuk ranjang. “Dari mana saja?” “Sam, di mana yang lain?” Kiva menghela napas, sesekali ia mengacak rambut hitamnya. “Noa, sebaiknya kau tak melakukan tindakan apa pun yang mengancam keberadaan kita.” Kedua alis Noa beradu, ia tidak mengerti. Menatap sekeliling, Noa bisa melihat hamparan permadani yang menutup permukaan lantai. Noa menghitung, ada enam ranjang yang disediakan pihak kerajaan. Seluruh ranjang putih itu tampak rapi, tanda bahwa belum ada satu pun calon kesatria yang menempati, kecuali ranjang milik Samuel. Merasa akan mendapat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD