TIGA PULUH SATU

1135 Words

Berkali-kali Rose mencoba menepis bayangan Sacha. Rasa dingin yang membekukan, ciuman hampa, dan kekosongan yang tiba-tiba datang menyergap. Segala sensasi saat Sacha menyentuhnya teramat sulit untuk dijabarkan. Satu dua kali Rose mencoba mencari penjelasan atas segala tindakan Sacha. Mungkinkah ia tak sehangat penampilannya? Masih jelas di ingatan Rose keramah-tamahan yang dulu ditampilkan saat pertama kali berjumpa Sacha. Kini segalanya terasa palsu, tak ada satu pun yang mampu Rose pegang sebagai pijakan. Menghela napas, Rose kembali menamatkan bacaannya. Duduk di dalam perpustakaan, seorang diri dan hanya berkawan keheningan. Entah sampai kapan musim salju dilewati Rose dengan kesendirian. Sudah satu dua hari ini Nyonya Ara tak menemani Rose. Mungkin Permaisuri Amelia tak lagi percaya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD