Rose menatap lembaran kertas yang tersemat rapi dalam satu jilitan, atau oleh kebanyakan manusia, benda tersebut disebut sebagai buku. Nyonya Ara membebaskan Rose memilih apa pun yang ingin ia pelajari; sejarah, kebudayaan, sihir, ilmu militer, dan sejumlah pengetahuan yang tak dibutuhkan Rose. Nyonya Ara berpendapat bahwa Rose perlu memperluas wawasan mengenai manusia, walau itu sesungguhnya tak diperlukan, mengingat Rose mendapatkan segala informasi melalui karya sastra. Noa pernah berkata, “Novel hanya diisi oleh kebohongan belaka. Kisah yang dibuat untuk menyenangkanmu karena kau—para pembaca—meminta akhir yang bahagia pada para penulis.” Rose tidak sependapat. Dalam sastra, selalu ada setengah kebenaran yang dicampur kebohongan. Tergantung, darimana para pembaca menarik tali yang bi

